Selasa, 9 Juni 2026
ABC World

Sehelai Ijazah Bikin Gaduh Negara, Tapi Kalau Palsu Lalu Bagaimana?

Jika memang terbukti palsu, pengabaian verifikasi faktual ijazah Jokowi yang terjadi sejak dari Solo ini menurut para pakar bisa menjadi…

Tayang:
ABC Radio Australia
TPUA mendatangi Fakultas Kehutanan UGM untuk mengklarifikasi keaslian ijazah Jokowi, (15/04).  (Foto: Kumparan/Arfiansyah Panji Purnandaru) 

Ia juga mempersoalkan tidak adanya lembar pengesahan dari dosen penguji Jokowi, serta nama dosen yang menguji.

Bersama dengan Roy Suryo dan Dr Tifa, Rismon juga mendatangi Universitas Gadjah Mada pada 15 April lalu. 

Tiga alumnus UGM ini, bersama dengan ratusan orang lainnya, mempertanyakan keaslian skripsi dan ijazah Jokowi.

Perjalanan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi

Tapi sebenarnya pangkal kegaduhan ini sudah mulai naik ke permukaan sejak enam tahun yang lalu.

Di bulan Januari pada 2019 menjelang pemilihan presiden, seorang lelaki bernama Umar Kholid Harahap ditangkap polisi karena unggahannya di Facebook.

"UKH mengunggah berita bohong terkait dokumen palsu di dalam akun Facebook miliknya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri saat itu, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, seperti dikutip Tempo (20/1/2019).

Kabar bohong yang dimaksud adalah pertanyaannya soal ijazah SMA Jokowi yang dianggapnya palsu, karena tertulis Jokowi lulus dari SMAN 6 Surakarta pada tahun 1980 sementara sekolah itu menurutnya baru berdiri pada 1986.

Kepala SMAN 6 Surakarta 2015-2020 menjelaskan SMAN 6 Surakarta dulunya bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) yang menerima murid angkatan pertama baru tahun 1976, termasuk di dalamnya Jokowi.

Pada 1985, SMPP berubah nama menjadi Sekolah Menengah Utama Tingkat Atas, lalu berubah menjadi SMAN 6 Surakarta.

"Pak Jokowi lulus tahun 1980. Maka logis kalau ijazahnya Pak Jokowi bunyinya tidak SMAN 6 Surakarta. Ijazahnya Pak Jokowi masih SMPP," kata Agung seperti dikutip Kompas.com.

Umar ditangkap, namun tidak ditahan dan hanya diharuskan wajib lapor.

Pada 2022 muncul nama Bambang Tri Mulyono yang membuat buku berjudul Jokowi Undercover 2: Lelaki Berijazah Palsu.

Buku berisi 223 halaman ini berisi sejumlah tuduhan terhadap riwayat pendidikan Jokowi berdasarkan kesaksian orang-orang dekat Jokowi, yang dinilainya berbohong.

Selain itu, Bambang juga menganalisis sejumlah foto-foto Jokowi di masa lalu, termasuk foto ijazahnya.

Ia menuding Jokowi memakai ijazah palsu saat mendaftarkan diri pada Pilpres 2019, kemudian menggugat Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan pasal perbuatan melawan hukum.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved