Breaking News:

Ini Salah Satu Cara Bea Cukai Tual Berantas Peredaran Gelap Narkotika

Bea Cukai Tual meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, khususnya para pegawai yang bertugas di unit penindakan narkotika.

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu upaya preventif yang dilakukan Bea Cukai Tual dalam menghadapi ancaman dan tantangan perkembangan kejahatan peredaran gelap narkotika di wilayahnya adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, khususnya para pegawai yang bertugas di unit penindakan narkotika.

Hal ini, diyakini Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Hari Setiyadi, memegang peranan penting dalam keberhasilan tugas pengawasan narkotika. “Caranya beragam, bisa dengan melaksanakan atau mengikuti pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, atau focus group discussion mengenai kegiatan pertukaran data intelijen dan penindakan di bidang pengawasan narkotika. Seperti yang baru saja kami lakukan, yaitu mengutus pegawai di unit penindakan narkotika Bea Cukai Tual, Farizaki Adhileon untuk mengikuti Parade Sosialisasi Season 2 dengan tema sosialisasi peran Bea Cukai dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkotika ini,” ujarnya.

Melalui sosialisasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepabeanan Internasional Antar Lembaga Bea Cukai, secara video conference, pada Rabu (03/06) ini, pegawai di unit penindakan narkotika Bea Cukai Tual jadi memahami peran Bea Cukai dalam pencegahan peredaran gelap narkotika, serta upaya-upaya optimalisasi pemberantasan peredaran narkotika secara nasional.

“Bahwa arah kebijakan dan startegi nasional yaitu sasaran penanganan permasalahan narkotika difokuskan pada upaya penguatan pencegahan dan penanggulangan peredaran gelap narkotika dengan indikator keberhasilan terkendalinya angka prevalensi penyalahgunaan narkotika,” lengkap Hari.

Ia menambahkan, Kasubdit Narkotika, Tery Zakiar Muslim, sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut juga menjelaskan mengenai upaya sinergi antar instansi pemerintahan dalam pemberantasan peredaran narkotika.

“Ada BNN sebagai leading sector pemberantasan narkotika, TNI-POLRI sebagai unsur keamanan dan ketertiban nasional, Bea Cukai sebagai border protection, Kementerian Kesehatan (BPOM) sebagai pengawas dan pemberi perizinan ekspor dan impor narkotika, Kemensos yang berperan dalam rehabilitasi sosial serta kementerian/lembaga lainnya sebagai supporting,” katanya.

Hal ini merupakan bentuk sinergi kerja sama (joint inter agency) antara Bea Cukai dengan penegak hukum lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dalam bentuk kegiatan inteligence fusion yaitu penyebaran dan penyatuan data dan informasi intelijen mengenai peredaran gelap narkotika dan joint enforcement, yaitu penindakan bersama dengan penegak hukum lainnya (BNN dan POLRI) dalam rangka membuka dan memutus jaringan kejahatan peredaran gelap narkotika. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved