Dari Feronikel Hingga Ikan Hidup, Bea Cukai Iringi Ekspor Perdana Komoditas Daerah

Kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya untuk memfasilitasi investasi dan ekspor

Editor: Content Writer
Istimewa
Bea Cukai mengawasi ekspor 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia merupakan negara dengan potensi hidrografis dan deposit sumber daya alam yang melimpah, baik dari sektor pertambangan maupun kelautan. Pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak dan penggalian potensi ekspornya diyakini dapat membantu meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih di masa pandemi, peningkatan kualitas dan kuantitas ekspor komoditas daerah diyakini dapat menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional yang digagas pemerintah.

Mendukung hal tersebut, kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk memfasilitasi investasi dan pelaksanaan ekspor komoditas daerah. Sinergi ini terwujud di Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Natuna dengan pelaksanaan ekspor perdana komoditas feronikel dan ikan kerapu hidup.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, pada Senin (24/01) mengatakan di Morowali Utara, Bea Cukai Morowali dan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) berkomitmen untuk senantiasa menjaga iklim investasi khususnya pertambangan nikel dengan memberikan fasilitas fiskal. Salah satu fasilitas fiskal, yaitu kawasan berikat diberikan kepada PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI).

"Beragam manfaat telah dirasakan perusahaan dan daerah setempat, seperti meningkatnya nilai tambah dan daya saing produk hasil pengolahan di PT GNI di pasar global, cash flow perusahaan terjamin, sehingga perusahaan lebih sustain dalam menjalankan investasinya yang pada akhirnya dapat membantu menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat Morowali Utara di bidang pertambangan nikel, dan mengurangi angka pengangguran. Manfaat ini juga membawa perusahaan dapat merealisasikan ekspor perdana produk nikel berupa feronikel pada 20 Januari 2022 lalu," jelas Hatta.

Tak tanggung-tanggung, terdapat 13.648 MT feronikel dikirim ke China pada shipping tersebut. Menurut Hatta, ekspor itu dapat mendongkrak devisa negara dan menggerakkan ekonomi daerah dengan penyerapan tenaga kerja. Ia pun mengatakan bahwa selain memberikan fasilitas fiskal dan memfasilitasi pelaksanaan ekspor, kantor-kantor Bea Cukai pun akan senantiasa memberikan pelayanan kepabeanan yang ringkas dan transpran, "Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang selalu menekankan untuk melaksanakan tata kelola layanan investasi secara baik. Investasi di PT GNI akan kami berikan dukungan positif dengan tetap mengedepankan fungsi pengawasan yang melekat di dalamnya."

Komoditas daerah lainnya yang juga difasilitasi ekspor perdananya oleh Bea Cukai ialah ikan kerapu hidup. Hatta menyebutkan Di Sedanau, Kabupaten Natuna, Bea Cukai Tanjungpinang bersama Balai Karantina Iklan dan Pemeliharaan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Natuna dan Pemerintah Kabupaten Natuna bersinergi dalam menyukseskan kegiatan muat ekspor komoditas laut pada tanggal 20 Januari 2022 lalu, "Kami mengiringi pelepasan ekspor perdana 8.475 kg ikan kerapu hidup. Dengan nilai ekspor USD51.650, ikan kerapu hidup tersebut akan diekspor ke Hongkong."

Ia pun berharap melalui terlaksananya dua ekspor perdana tersebut dapat mendorong pengusaha lokal lainnya untuk memasarkan produknya ke luar negeri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved