Kerusuhan Pekerja di Batam
Tidak Pengaruhi Iklim Investasi di Batam
Insiden yang terjadi di perusahaan galangan kapal asal Duba
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Insiden yang terjadi di perusahaan galangan kapal asal Dubai, PT Drydock
Wolrd Graha Tanjunguncang tidak mempengaruhi iklim investasi yang ada
di Batam maupun Indonesia secara umum. Hal itu diungkapkan oleh Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjana, saat mengunjungi
perusahaan itu kemarin (23/4).
Menurutnya, upaya penanganan yang dilakukan oleh kepolisian turut
memberikan kemanan bagi para investor. Meski demikian, Gita mengakui
menerima banyak telpon dari para investor yang telah menanamkan modal
Indonesia. Namun, ia telah menjelaskan bahwa insiden itu hanya terjadi
pada perusahan itu saja dan tidak menyebar ke perusahaan lainnya.
"Ini
merupakan inseiden yang sangat spesifik terhadap perusahaan yang ada
disini dan tidak wakili Batam secara keseluruhan, " katanya.
Menurutnya, yang perlu ditindak lanjuti adalah mempelajari asal mula
kejadian dengan semangat untuk semaksimal mungkin melakukan pencengahan
di lain waktu serta mengusut tuntas oleh pihak kepolisian, pemerintah,
dan juga dari managemen Drydock. Hal itu penting dilakukan agar dampak
terhadap iklim investasi yang ada di Batam dan Indonesia umumnya bisa
tetap dijaga.
Ia mengatakan bahwa kerusuhan di Batam ini juga tidak berdampak
terhadap investasi di daerah-daerah lainya. Oleh karena itu, ia berharap
agar permasalah ini bisa diselesaikan dengan tuntas sehinga perusahaan
bisa segera beroperasi sebagaimana biasanya.
Hal senada juga disampaikan oleh kepala BP Kawasan Batam, Mustawa
Wijaya. Ia mengatakan bahwa investasi di Batam masih cukup aman dan
masih banyak investor yang merasa aman hingga kemarin.
"Investor lain sempat menanyakan, tapi ini hanya bersifat lokal saja. Dan saat ini mereka sudah cukup tenang. Sekarang kami masih terbuka terhadap investor. Silahkan datang kapan saja dan lihat kondisinya," ujarnya saat mendampingi Gita Wirjana ke Drydock.