Jumat, 23 Januari 2026

Mandala Stop Penerbangan

Karyawan Mandala Mulai Gelisah

Akibat tersandung masalah keuangan, operasi penerbangan Maskapai Mandala Air berhenti berdenyut. Karyawan PT Mandala Airlines pun

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akibat tersandung masalah keuangan, operasi penerbangan Maskapai Mandala Air berhenti berdenyut. Karyawan PT Mandala Airlines pun mengalamai kegalauan. Bayang-bayang, didepak dari perusahaan kini ada di depan mata.

Kendati berhenti operasi, aktivitas karyawan di kantor pusat PT Mandala Airlines tetap berjalan. Sejumlah karyawan masih berdinas hingga mentari terlihat tenggalam.

"Saya mulai berpikir resign. Perusahaan sudah goyah," kata Suci, salah satu karyawan Mandala Air saat ditemui di kantor pusat PT Mandala Airlines, Jakarta, Jumat (14/1/2011).

Menurutnya, niatan untuk berpindah kerja ditempuh dengan berat hati. Apalagi, gaji yang diterima selama bertugas di Mandala terbilang menggiurkan.

"Berat hati juga sih. Tapi bagaimana lagi. Menunggu dipecat, uang penggantinya juga tidak jauh beda bila saya mengundurkan diri," ujar Suci.

Sumber tribun menyebut, kegelisahan bukan hanya dialami Suci belaka. Sejumlah pilot, dan pramugari juga harap-harap cemas dengan 'badai' keuangan yang menerpa Mandala. Bahkan, pramugari dan pilot sempat berkumpul pada hari Kamis kemarin (13/1/2011). Mereka berkumpul sekedar untuk mencari tahu kejelasan nasib mereka setelah operasi maskapai Mandala berhenti.

"Tadi pagi, mereka juga kumpul. Ya sekitar pukul 10.00 WIB," ucap sumber.

Dia menjelaskan, pertemuan untuk menjalin solidaritas bersama. Mereka tidak ingin terkatung-katung menanti nasib. "Memang para pilot dan pramugari yang paling keras bersuara," paparnya.

Untuk diketahui, PT Mandala Airlines telah resmi mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis petang (13/1/2011). Berbekal berkas permohonan yang diajukan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pihak Mandala memiliki utang yang tidak sedikit. Bila dikonversi, total utang Mandala mencapai Rp 800 miliar. Nilai utang tersebut berasal dari sekitar 271 kreditur.

Namun demikian, besaran utang dan kreditur tersebut, masih berfluktuatif. Jumlah utang dan kreditur bakal membengkak seiring masuknya tagihan yang masuk ke pihak pengurus yang ditunjuk. Saat ini Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah merekomendasikan Duma Hutapea sebagai pengurus.

Staf Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Safitri Rubianti kepada wartawan menjelaskan, kondisi keuangan Mandala tersebut tak akan berlanjut pada pemutusan kerja besar-besaran. Saat ini, karyawan tetap bekerja.

 "Karyawan bekerja seperti biasanya," ujar Fitri.

Perlakuan berbeda hanya diperuntukkan kru maskapai Mandala. Untuk pilot, pramugari dan ground heandling, pihak Mandala Airlines akan melakukan interview ulang.

"Interview ulang ini untuk merefresh cabin crew saja," imbuhnya.

Fitri menambahkan, separuh kru pilot sudah bergeser tugas ke anak perusahaan lain milik Indigo Partners, pemilik 49 persen saham Mandala. Sedikitnya 50 dari 100 pilot juga telah dialihkan ke maskapai penerbangan Tiger Airlines.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved