Nokia Patenkan Temuan Tato Magnetiknya
Produsen ponsel Nokia mengajukan paten ke Amerika Serikat (AS) paten untuk tato yang bergetar
TRIBUNNEWS.COM SAN FRANCISCO - Produsen ponsel Nokia mengajukan paten ke Amerika Serikat (AS) paten untuk tato yang bergetar untuk membiarkan orang tahu kapan mereka memiliki panggilan pada ponsel mereka.
Teknologi itu menurut berita yang dilansir AFP tercantum dalam online permohonan paten tersedia pada hari Rabu akan memungkinkan tato untuk menerima gelombang magnetik yang dipancarkan oleh ponsel.
Gelombang akan memicu tato untuk menghasilkan 'stimulus dipahami' untuk mengingatkan mereka untuk panggilan, pesan, atau baterai hampir habis.
'Stimulus dipahami dapat terdiri dari getaran, getaran pada gambar pada kulit pengguna, misalnya,' sesuai dengan aplikasi disampaikan ke Kantor Paten Amerika Serikat akhir tahun lalu.
Tato ini akan bergetar setiap kali ponsel menerima panggilan, SMS atau jika kehabisan baterai. Tato dapat digunakan di lengan pengguna, daerah perut, jari atau kuku. Jika tidak ingin menerima panggilan, pengguna tinggal "menggaruk" tato itu.
Kemungkinan penggunaannya menyesuaikan respon fisik tergantung pada siapa yang menelepon. Jadi seperti menggunakan nada dering khusus untuk membedakan panggilan. Selain itu juga dapat melakukan sinkronisasi telepon dengan tato melalui gelombang magnetik dengan cara yang seperti penggunaan Bluetooth.
Pengaplikasian di tubuh pengguna seperti layaknya tato biasa. Nokia mengajukan penggunaan bahan tinta dengan senyawa bijih besi. Tinta itu akan dipanaskan sebelum dimasukkan dalam kulit. Tato ini baru akan diaktifkan setelah luka penatoan sembuh.
Dalam pengajuan paten, Nokia juga mengusulkan versi lain teknologi ini. Diantaranya ada penerima magnetik untuk dikenakan di kulit seperti stiker yang akan bergetar bila telepon berdering. Ada juga spray magnetik yang disemprotkan ke kulit, stempel tato atau gelang tangan.