Harga Emas Diprediksi Mengalami Kenaikan Terbatas
Harga emas kemungkinan akan naik dalam tiga hari berturut-turut seiring dengan membaiknya
Laporan Wartawan Kontan, Dyah Megasari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Harga emas kemungkinan akan naik dalam tiga hari berturut-turut seiring dengan membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pekan ini. Permintaan dollar mulai berkurang di saat konsumsi emas di India. Bollywood, selama ini merupakan konsumen terbesar emas di dunia.
Hari ini pukul 12:27 waktu Singapura, emas pasar spot diperdagangkan pada level 1.679,63 dolar AS, naik 0,2 persen dari perdagangan sehari sebelumnya. Sedangkan harga emas untuk pengiriman Juni sedikit berubah ke 1.681,20 dolar AS di bursa Comex, New York. "Harga emas didukung oleh kenaikan aset berisiko," ulas James Steel, analis HSBC Securities Inc.
Sedangkan analis Valbury Asia Futures, Erwin Poernomo melihat secara teknikal, hari ini emas berpotensi reli setelah koreksi gagal berhenti di titik koreksi terendah.
"Grafik harian memberikan indikasi akan berlanjutnya upside, namun dengan kecenderungan tren bearish, maka kenaikan tersebut akan terbatas," jelas Erwin.
Dengan pertimbangan itu, ia menghitung areal resistance emas hari ini ada di kisaran 1.690-1.696 dolar AS per troy ounce. Catatan Erwin, jika areal tersebut efektif, maka upside emas akan terhambat.
Sedangkan areal support berada di area 1.655-1.659 dolar AS per troy ounce. Yang harus diperhatikan investor adalah, “Jika areal tersebut utuh, maka retracement akan terbatas,” tutur Erwin.