Kamis, 11 Juni 2026

Penjualan IBM Tumbuh Hingga 30 Persen

International Business Machine (IBM) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Agung Yulianto

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - International Business Machine (IBM) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen tiap tahun dari produk hardware, software, dan jasa konsultan. Apalagi pada triwulan ini, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Presiden Direktur IBM Indonesia, Suryo Suwigno mengatakan, secara umum pertumbuhan di Jabar, khususnya Bandung, mencapai 20 sampai 30 persen. Penjualan hardware masih tertinggi, di kisaran 55 persen.

"Dengan dibukanya kantor Perwakilan IBM di Bandung, kami masih melakukan pemetaan terlebih dahulu. Memang yang tumbuh signifikan sekarang adalah solusi dan perangkat lunak. Sedangkan hardware, lambat laun menipis," ujarnya seusai Peresmian Kantor Perwakilan IBM Indonesia di Sabuga, Bandung, Rabu (23/5/2012) pagi.

Ia menambahkan, pertumbuhan penjualan IBM secara nasional paling tinggi adalah servis. Tiap tahun, rata-rata mengalami kenaikan 40 persen. Sedangkan penjualan hardware secara nasional, hanya mengalami pertumbuhan yang jauh lebih sedikit. Secara nasional, penjualan hardware tahun lalu di angka 45 persen, software 20 persen, dan sisanya jasa.

"Selama ini kami melihat potensi Bandung sejak lama. Tapi masih ditangani dari Jakarta, karena jaraknya tidak terlaluh jauh. Semakin lama potensinya membesar, sudah waktunya kami mandiri dan menangani konsumen langsung di Bandung," ujarnya.

Menurutnya, pasar IBM mengarah ke usaha kecil menengah (UKM) yang tidak terlalu kecil atau industri menengah yang lebih ke atas. Sejumlah perusahaan sudah menjadi mitra IBM, seperti Bank BJB, BPR KS, Yogya Dept Store, dan Telkom. Selain itu juga ada sejumlah industri tekstil.

Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf mengatakan, tingkat UKM di Jabar terhadap melek teknologi masih rendah. Padahal teknologi sudah ada di desa-desa, tapi penggunaannya belum maksimal.

"Masih rendah, kalau angkanya saya tidak hapal. Ini kan pembelajaran, harus dimulai dari komunitasnya. Harus ada pelatihan juga. Sekitar 90 persen sektor industri ada di kalangan UKM," ujarnya seusai seremonial Pembukaan Kantor Baru IBM di Sabuga, Rabu (23/5/2012) pagi.

Ia menambahkan ada tiga masalah yang seringkali menjadi kesulitan pengembangan UKM. Yaitu akses informasi, akses keuangan, dan akses networking. Ia berharap dalam hal ini, IBM bisa memberikan solusi dengan melakukan kerjasama. "Hampir setiap desa memegang ponsel. Tapi baru sebatas chatting atau kirim pesan. Padahal fungsinya bisa jauh dari itu," ujarnya.

Baca juga:

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved