Kamis, 11 Juni 2026

Prediksi Ekspor Bakal Alami Kontraksi 11.5 %

kinerja ekspor masih berada di bawah tertekan dan mungkin mengalami kontraksi 11,5%

Tayang:
Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu (1/8/2012) bakal mengumumkan perkembangan pertumbuhan ekonomi termasuk salah satunya tekait dengan pertumbuhan perdagangan internasional.

Prediksi perdagangan internasional menurut Economics Treasury & Capital Market PT Bank Danamon Dian Ayu Yustiana , Senin (30/7/2012) kinerja ekspor masih berada di bawah tertekan dan mungkin mengalami kontraksi 11,5% yoy, sementara impor diperkirakan akan tumbuh sebesar 13,3% yoy. Karena efek dasar, neraca perdagangan dapat merekam defisit 0.79 dollar Amerika bn, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Perlambatan pertumbuhan global menurut Dian tampaknya menjadi tema utama belakangan ini. Ekonomi China, salah satu mitra utama kami perdagangan telah mengalami dampak dari krisis utang Uni Eropa. Ekonomi China hanya tumbuh 8,1% pada kuartal pertama dan dapat tumbuh sebesar 8,2% untuk tahun ini. China impor dari Indonesia pada bulan Juni telah menurun lebih signifikan, yang memberikan prospek mengkhawatirkan kinerja ekspor secara keseluruhan pada bulan Juni.

Kelemahan lain untuk angka ekspor bulan Juni ekspor menurun antara lain batubara dan mineral sebagaimana dicatat oleh kementerian perdagangan. Penurunan ini terlihat dalam ekspor batubara, nikel, bijih tembaga, besi dan bauksit karena permintaan melambat dipengaruhi oleh strain di negara Eropa. Pada bulan Juni, ekspor nikel diindikasikan telah mengalami penurunan sebesar ibu 78%, sedangkan tembaga mencatat penurunan tajam oleh ibu 90%.

Selain itu, ada indikasi bahwa pengetatan aturan pemerintah mengenai pajak ekspor mineral mentah juga berkontribusi terhadap ekspor menurun. Namun, aturan pajak ekspor ditujukan untuk 65 komoditas mineral (tidak termasuk batubara), yang menyumbang hanya sekitar 6,3% dari minyak non total dan ekspor gas. Dengan demikian, penurunan tajam dalam komoditas ini harus memiliki dampak yang terbatas pada ekspor secara keseluruhan.

Impor di sisi lain relatif kuat meskipun dapat memperlambat dalam kecepatan. Sejauh ini, impor telah positif karena lebih didorong oleh barang modal yang baik untuk mendorong perekonomian.

Namun, seperti kita ketahui memasuki bulan puasa dan Lebaran mendatang , impor musiman akan naik terutama barang konsumsi . Untuk mengurangi tekanan pada impor, pemerintah harus memiliki upaya untuk membatasi impor terutama barang yang kurang produktif.

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah baru-baru ini adalah untuk membatasi port masuk bagi produk hortikultura ke Indonesia. Hortikultura produk impor sekarang dapat masuk ke Indonesia melalui empat port; yaitu Surabaya, Belawan, Makassar dan Hatta Soekarno bandara.

Pemerintah juga akan memperketat pengawasan pada kualitas produk (keamanan dan kesehatan) yang masuk ke port tersebut. Kebijakan ini dianggap positif karena bertujuan untuk mengurangi volume impor, mempromosikan produk hortikultura dalam negeri maupun untuk melindungi konsumen dalam negeri, karena beberapa produk impor mengandung zat berbahaya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved