Jumat, 5 Juni 2026

Laos Holding Ajukan Gugatan ke Pemerintah Laos

Laos Holdings N.V. dan anak perusahaannya, Sanum Investments Limited, masing-masing mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Laos.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sugiyarto

Laporan Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Laos Holdings N.V. dan anak perusahaannya, Sanum Investments Limited, masing-masing mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Republik Demokratik Rakyat Laos. Gugatan ini untuk menghentikan pengambilalihan investasi senilai US$ 400 juta secara ilegal oleh Pemerintah Laos. Klaim ini akan ditangani oleh Pusat Internasional Bank Dunia untuk penyelesaiannya.

"Kami melakukan investasi di RDR Laos dengan itikad baik. Kami percaya kepada mantan Perdana Menteri ketika ia mengatakan kepada kami bahwa Pemerintah Laos akan menegakkan supremasi hukum. Dengan adanya investasi yang bersifat mutal interest ini tentu akan berdampak pada terciptanya ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Laos, " kata Jody Jordahl, Presiden Sanum dalam surat emailnya, Rabu (15/8/2012) .

Sanum Investments telah menghasilkan aset melalui investasi langsung dalam negeri senilai lebih dari US$ 85 juta. Menurut Jordahl, saat ini investasi tersebut bernilai minimal US$ 400 juta. "Ketika kita semakin sukses, mereka berniat untuk mengambilnya dari kita. Ini adalah kasus sederhana dari sebuah pemerintahan yang melanggar janjinya untuk melindungi investor asing dari keserakahan dan eksploitasi," tuturnya.

Sanum Investments tertarik untuk berinvestasi di RDR Laos berdasarkan janji-janji pemerintah Laos untuk menyediakan kondisi ekonomi dan hukum yang aman dan stabil. Kepastian tersebut mencakup investasi asing yang dijanjikan perlindungan dan keamanan melalui dukungan para pejabat lokal dalam penegakan hukum. Investasi ini dimulai sekitar lima tahun lalu. Sekarang pemerintah Laos telah berbalik terhadap Sanum, menggunakan semua instrumen pemerintahan untuk mengambil alih investasi Sanum.

"Pemerintah Laos menginginkan dan membutuhkan investasi asing langsung. Mereka ingin menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia. Merekaingin menjadi anggota dengan reputasi yang baik dalam komunitas hukum internasional. Ini tidak akan terjadi sampai mereka dapat menegakkan supremasi hukum di dalam negeri. Perlakuan yang kami terima menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dipercaya," kata Jordahl.

Sanum Investments, Ltd adalah perusahaan investasi dan pengembang berbasis di Makau, China. Sanum berfokus pada proyek-proyek pembangunan di Republik Demokratik Rakyat Laos, tetapi saat ini juga terlibat dalam sejumlah pembangunan kondominium di Makau. Sanum adalah mitra dan pengelola dari beberapa hotel dan sejumlah proyek kasino di seluruh Laos termasuk Savan Vegas di Savannakhet. Perusahaan ini juga berusaha mencari bermacam peluang usaha di wilayah tersebut. (*)

BACA JUGA:

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved