Ramai-ramai Beralih ke Bunga Potong
Jangan terlalu heran, jika para petani dan pedagang tanaman hias banyak yang pindah haluan
"Yang membuat petani dan pedagang tergiur adalah karena permintaan pasar terhadap bunga potong cenderung meningkat tidak seperti jenis bunga lainnya," katanya.
Selain jenis bunga potong, para petani tanaman hias juga lebih memilih menanam dan menjual bunga jenis taman atau lanskap karena harganya pun tengah bagus-bagusnya. Meski demikian, kata dia, jenis tanaman hias seperti anthurium, jemani, saensivera, aglaonema, hookeri, zamio, dan jenis tanaman hias lainnya masih tetap dikembangkan oleh para petani Desa Cihideung.
Namun kebanyakan jenis tanaman hias itu hanya menjadi buruan para kolektor tanaman hias mengingat harganya yang cukup mahal.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang tanaman hias lainnya, Dindin (23). Menurut dia, para pedagang tanaman hias di kawasan Cihideung memang relatif dinamis dalam menyikapi tren pasar. Biasanya, kata dia, sebagian para pedagang dan petani tanaman hias akan selalu mengikuti tanaman hias atau bunga yang tengah menjadi tren.
"Kalau dulu hampir semuanya jual tanaman hias mahal, sekarang banyak yang beralih ke bisnis bunga potong dan taman," ujar Dindin.
Meski harganya lebih murah, kata dia, tingginya permintaan pasar terhadap jenis bunga potong dan taman menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani maupun pedagang untuk bergelut di bisnis bunga potong dan taman. "Rata-rata harganya stabil dan permintaannya juga selalu banyak.Tidak seperti tanaman hias anthurium dan aglaonema. Kalau beli kan cuma satu atau dua pot saja," ujar dia. (*)