BUMD Pemprov Jambi Dapat Raih Keuntungan Rp 100 Juta per Hari
Dirut PT JII Petrie Ramlie menaksir BUMD milik Pemprov Jambi tersebut akan mampu meraup untung sekira Rp 100 juta per hari.
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Direktur Utama PT Jambi Indoguna Internasional (JII) Petrie Ramlie menaksir BUMD milik Pemprov Jambi tersebut akan mampu meraup untung sekira Rp 100 juta per hari. Itu tercapai bila rencana pemanfaatan gas flared (gas suar bakar) yang mereka rencanakan berhasil.
Ia mengatakan, PT JII akan segera mendapatkan kontrak pemanfaatan gas flared di Betara. “Jumlahnya cukup besar, sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan LPG di Provinsi Jambi," katanya, Senin (17/12).
Pemanfaatan gas tersebut akan meggandeng swasta dan pihak ketiga. Pasokan gas sendiri berasal dari PetroChina. Selanjutnya, BUMD yang menuai sorotan lantaran merugi ini menggandeng PT Bumi Jambi Energi (BJE).
Jadi, jelasnya, minyak yang akan dibor dan mengeluarkan gas dijual ke investor yakni PT BJE. "Investasi yang dimasukkan PT JII itu sebesar Rp 450 miliar yang merupakan dana dari mitra swasta PT Bumi Jambi Energi (BJE)," jelasnya.
Pengakuannya, selama 1,5 tahun terakhir JII telah melakukan perundingan teknis sampai dengan harga dan teknis pembayaran dan lain sebagainya dengan PetroChina untuk pemanfaatan gas di Betara tersebut.
"Perjanjian jual beli gas (PJBG) itu secara UU mengaharuskan BP Migas menyetujui. Maka PetroChina mengajukan BP Migas untuk menandatangani. Tetapi BP Migas belum sempat menandatangani dibubarkan. sekarang belum tahu lagi siapa yang akan menandatangani itu," katanya.
PT JII bersama Gubernur Jambi menurutnya sudah menghadap Wakil Menteri ESDM agar bisa mempercepat kerjasama tersebut. “Wamen berjanji nanti akan segera ditantangi oleh menteri bersamaan kontrak-kontrak baru lainnya. Namun hingga sekarang belum ada kepastian kapan akan ditandatangani,” ucapany.
Produksi gas yang keluar dari perut bumi di Betara tersebut diperkirakan 14.5 MMSCFD (milion metric standar cubic feet per day). Petrie mangatakan dari gas yang rencana akan diolah tersebut bisa memproduksi tiga produk gas. Pertama lean gas (gas murni), gas kondensat (bahan baku untuk pabrik, bisa kosmetik dan lainnya), dan gas LPG (yang diperkirakan sisa gasnya 150 ton per hari).
"Sesuai dengan perundingan PT JII dengan investor (PT JBE), gas murni ini tidak boleh dijual oleh PT Bumi Jambi Energi sebelum mereka membuat internal power plan, pabrik listrik dari gas murni. Nanti apa mereka mau jual ke PLN atau lainnya itu tergantung mereka yang penting bermanfaat bagi Jambi," katanya.
Tentang pemanfaatan gas flared itu, semuanya akan diolah di pabrik pengolahan yang akan dibangun investor. Peran PT JII sebagai pemilik gas flared tersebut dan akan memproduksi gas tersebut. Perhitungannya, 8 bulan sudah berjalan. Ini, sergahnya, bila ditandatangi oleh menteri melalui SK Migas. "Secara prinsip sudah cuma kontraknya yang belum disetujui," katanya.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan SK Migas Sumbagsel, Setia Budi, mengatakan kalau potensi ke gas cukup baik. Tapi ia belum mengetahui sudah sejauh mana perkembangan rencana PT JII tersebut. (hdp)
BACA JUGA: