Sabtu, 25 April 2026

Eksklusif dari Tokyo

FSA Jepang Ingin Bantu Indonesia

Lembaga pemerintah Jepang yang satu ini, Financial Services Agency (FSA) banyak menganggap sangat menakutkan

Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga pemerintah Jepang yang satu ini, Financial Services Agency (FSA) banyak menganggap sangat menakutkan semua lembaga keuangan Jepang. FSA karena sangat ketat sekali mengawasi semua lembaga keuangan mulai asuransi, perbankan, dan sebagainya yang terkait lembaga keuangan atau finansial di Jepang.

Koran Nikkei 6 Desember dengan judul menyeramkan, berita besar menuliskan "FSA menekan negara-negara Asia  agar mempermudah regulasi finansial". Di dalam berita tersebut tertulis juga nama Indonesia yang tadinya bank asing boleh 99 persen kepemilikan saham kini hanya boleh 40 persen saja.

"Tidak benar berita itu. FSA tidak pernah menyatakan akan menekan Asia agar mempermudah regulasinya," papar Hitoshi Hirokawa, Direktur Kerjasama Internasional FSA dalam wawancara khusus dengan Tribunnews.com tadi, Kamis (20/12/2012) di kantornya di daerah Kasumigaseki, Tokyo.

Lebih lanjut Hirokawa malah menyatakan bahwa FSA senang sekali apabila bisa membantu pihak finansial Indonesia karena dewasa ini sangat banyak sekali perusahaan Indonesia masuk berinvestasi ke Indonesia.

"Kami melihat akhir-akhir ini cukup banyak perusahaan Jepang berinvestasi ke Indonesia dan untuk usaha mereka tentu akan banyak pula menggunakan jasa keuangan, perbankan, asuransi dan sebagainya. mungkin ada hal-hal yang bisa kami bantu kepada semua pihak agar semua dapat berjalan dengan baik," paparnya lagi.

Kerjasama kedua negara di bidang finansial sudah baik dewasa ini, dan dengan semakin banyaknya keterlibatan perusahaan Jepang di Indonesia, tentu transaksi keuangan akan semakin besar pula dilakukan peruahaan Jepang di Indonesia menggunaan bank mana pun bagi perusahaan Jepang di Indonesia dipersilakan bebas memilih.

Demikian pula kegiatan lembaga finansial Jepang yang bergerak di Indonesia agar melakukan dengan baik dan benar, "Jangan sampai menyusahkan Indonesia, semua agar agar dilakukan dengan baik sesuai aturan yang ada di Indonesia," ujarnya menjelaskan.

Pihak Jepang sendiri, termasuk perbankan Jepang atau lembaga keuangan Jepang lainnya yang mau investasi atau membuka usaha di Indonesia, bebas dilakukan oleh setiap perusahaan Jepang, "Tidak ada pembatasan dari FSA apabila mereka mau beroperasi di Indonesia. Sebaliknya justru kami sangat berharap semua lembaga finansial Jepang dapat mematuhi semua peraturan yang ada di Indonesia dengan baik, jangan sampai menyusahkan Indonesia."

Bagi FSA sendiri hanya mengontrol perusahaan finansial Jepang yang ada di jepang dan tentu lembaga finansial lain, termasuk asing yang ada di Jepang.

Kerjasama dua negara di bidang finansial bisa beraneka ragam, "Kami ingin membantu Indonesia berdasarkan pengalaman kami yang ada di Jepang mungkin berguna bagi Indonesia karena menghadapi banyak perusahaan Jepang saat ini di Indonesia."

Karena itu ada kemungkinan pihak FSA akan ke Indonesia suatu waktu menemui pihak Bank Indonesia, tukar pengalaman, tukar pikiran mengenai kerjasama kedua negara ini lebih lanjut.

Tanggal 25 September lalu pihak FSA bersama berbagai lembaga finansial Jepang berkumpul berdiskusi mengenai berbagai hal termasuk hubungan dengan negara-negara di Asia. Hasil tukar pikiran dan masukan tersebut membuat FSA ingin kerjasama lebih baik lagi dengan negara-negara di Asia lainnya termasuk dengan indonesia dalam waktu mendatang.

BISNIS POPULER

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved