Minggu, 31 Agustus 2025

Penghematan Anggaran Kemenparekraf sebesar Rp 119,95 Miliar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengusulkan penghematan anggaran APBN 2013 sebesar 5,84 persen.

Editor: Sanusi
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu saat menggelar acara nonton bareng film 9 Summer 10 Autumns beserta jajaranannya di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (15/5/2013). Film layar lebar bergenre drama yang diangkat dari novel karya Iwan Setiawan dengan judul yang sama ini mengisahkan tentang kisah nyata kehidupan sang penulis novel. (Tribun Jakarta/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengusulkan penghematan anggaran APBN 2013 sebesar 5,84 persen.

Jika sebelumnya dalam pagu APBN 2013 jatahnya sebesar Rp 2, 05 triliun, maka anggaran Kemenparekraf menjadi Rp 1,93 triliun, atau mendapat potongan sekitar Rp 119,95 miliar.

"Dengan penghematan itu, masing-masing unit mengalami penurunan di rata-rata 5,8 persen," ungkap Mari Elka, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (29/5/2013) malam.

Selain itu, APBN 2013 Kemenparekraf masih memiliki alokasi anggaran tanda bintang sebesar Rp 27, 5 miliar. Yaitu pada program pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya sebesar Rp 20 miliar. Dan program pengembangan ekonomi kreatif berbasis media, desain dan iptek sebesar Rp 7,5 miliar.

"Tanda bintang itu dalam rangka revisi alokasi antar-program untuk mendukung kegiatan peningkatan PNPM mandiri bidang pariwisata, pada pengembangan destinasi pariwisata, sesuai dengan hasil rapat kerja sebelumnya," jelasnya.

Lebih lanjut mantan Menteri Perdagangan ini menjamin bahwa penghematan anggaran tidak akan mengganggu kinerja, program dan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena pagu belanja pegawai dan belanja barang operasional serta pemeliharaan perkantoran, sebenarnya lebih besar daripada kebutuhan riilnya.

"Pada waktu itu selisihnya belanja pegawai di Dipa Rp 300an miliar, kebutuhan riil kita sekitar Rp 165 miliar. Sehingga ada selisih sekitar Rp 165 miliar," ucapnya.

"Dari selisih itu 65 persen kita gunakan untuk remunerasi dan belanja pegawai untuk pendidikan tinggi. Sehingga ada sisa yang bisa dihemat. Jadi kita ambil dari porsi ini yang ada kelebihan, yang memang tidak bisa kita belanjakan," jelasnya.

"Sisa yang bisa dihemat Rp 9,8 miliar. Untuk belanja operasional di Dipa 2013, Rp 135 miliaran. Kebutuhan riilnya Rp 88 miliar. Sehingga ada selisih Rp 47,6 miliar. Selisih itu yang terealisasi untuk kegiatan prioritas sebesar Rp 27,4 miliar. Sehingga sisa yang bisa dihemat Rp 20,94 miliar," tambahnya.

Karena itu, total yang bisa dihemat dari Dipa yang melebihi itu, Rp 117,03 miliar. "Jadi sebetulnya yang kita potong itu untuk keperluan penghematan atau pengurangan saat ini riil Rp 2,9 miliar.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan