Semen Indonesia Percepat Packing Plant di Banjarmasin dan Kendari
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) mempercepat pembangunan proyek packing plant di Banjarmasin dan Kendari
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) mempercepat pembangunan proyek packing plant di Banjarmasin dan Kendari. Diharapkan, proyek di Banjarmasin sudah beroperasi November disusul yang di Kendari. Kedua proyek tersebut, masing-masing berkapasitas 600 ribu ton. Bila keduanya beroperasi, maka secara resmi SMI memiliki 23 packing plant.
Dirut Dwi Soetjipto mengakui, banyaknya pembangunan packing plant ini sebagai langkah efisiensi, selain untuk memperlancar distribusi dan penetrasi pasar. "Juga lebih efisien dari sisi transportasi yang biasanya membawa semen dalam bentuk bag ke curah,” ujarnya.
Dwi mengakui, pertumbuhan permintaan semen nasional melemah. Dari target pertumbuhan antara 7 hingga 10 persen, hingga Juli lalu hanya terealisasi 3 persen. Penurunan itu, menandakan pertumbuhan yang semakin menurun ini harus disikapi dengan hati-hati.
Sebagai leader market, tantangan SMI diakui Dwi Soetjipto, juga cukup berat dan harus disikapi dengan langkah kehati-hatian. Dengan total produksi 30 juta ton per tahun, saat ini SMI memiliki kapasitas produksi terbesar dari seluruh perusahaan semen yang ada di Asia Tenggara. Produksi sebanyak itu, berasal dari 28 juta ton dari produksi dalam negeri, dan 2,5 juta ton dari pabrik di Vietnam.
Hal itu masih didukung dengan kuatnya brand Semen Gresik, Semen Padang dan Semen Tonasa di daerah masing-masing. "Sampai Juli, SI telah memperoleh 16 penghargaan setaraf nasional maupun internasional, yang menjadi modal untuk menguatkan pengusaan pasar," lanjutnya.
Dwi sangat optimistis, jika potensi pasar lokal untuk jangka ke depan masih sangat menjanjikan. Saat ini, konsumsi semen per kapita di Indonesia hanya berkisar 225 kg/tahun. Jumlah ini berada di bawah Vietnam, Malaysia dan Thailand yang mencapai 400-600 kg/tahun. Jika direalisasi, Jembatan Selat Sunda akan menambah konsumsi semen sebesar 3 juta ton. (Adi Agus Santoso)