Harga Emas
Harga Emas Antam Naik Rp3.000 Jadi Rp2.860.000 , Ada Ramalan Tembus Rp3,2 Juta
Analis memproyeksikan harga emas berada di kisaran Rp2,83–Rp3,2 juta per gram dalam waktu dekat.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga emas Antam pada Sabtu (11/4/2026), naik Rp3.000 menjadi Rp2.860.000 dari hari sebelumnya Rp2.857.000 per gram.
Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, tetapi lebih tinggi menjadi Rp2.627.000 per gram dari Rp2.619.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Bertahan Tinggi, Freeport Targetkan Produksi 26 Ton Tahun Ini
Berikut rincian harga emas Antam, belum termasuk pajak:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.480.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.860.000
- Harga emas 5 gram: Rp 14.115.000
- Harga emas 10 gram: Rp 28.150.000
- Harga emas 25 gram: Rp 70.210.000
- Harga emas 50 gram: Rp 140.255.000
- Harga emas 100 gram: Rp 280.360.000
- Harga emas 250 gram: Rp 700.590.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.400.900.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.800.600.000
Prediksi Harga Emas
Analis Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, serangan Israel ke Lebanon menimbulkan ketegangan terbaru di Kawasan Timur Tengah, yang mana hal ini membuat harga emas bergerak fluktuatif.
Di satu sisi pembukaan Selat Hormuz diprediksi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan arus transportasi seperti biasanya.
“Harga emas secara jangka pendek masih fluktuatif tapi memasuki jangka menengah di kuartal II – 2026 kemungkinan harga emas akan stabil,” ucap Ibrahim.
Ibrahim menjelaskan, faktor yang mendongkrak harga emas naik bukan hanya faktor geopolitik saja, tetapi ada beberapa faktor-faktor lain.
Faktur tersebut di antaranya potensi perang dagang AS dengan Uni Eropa karena Uni Eropa tidak membantu AS menyerang Iran.
Perang dagang AS dengan China juga masih belum ada satu keputusan pasti, sehingga pada Mei diperkirakan akan ada ketegangan dagang kembali antara AS-Tiongkok.
Kemudian, faktor permintaan dan penawaran emas.
Ibrahim melihat dalam kondisi saat ini bank sentral global kembali membeli logam mulia sebagai salah satu upaya mengurangi eksposur terhadap dolar AS.
“Sehingga ini akan mengangkat harga emas mengalami lonjakan,” papar Ibrahim.
Ibrahim pun menyampaikan, arah kebijakan bank sentral AS turut menjadi salah satu faktor penentu arah harga emas. Termasuk pergantian Ketua The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Berburu-Emas-ANTAM-Saat-Harga-Meroket_20251113_132840.jpg)