Rupiah Melemah, Investasi Pabrik Semen Indonesia Membengkak
PT Semen Indonesia memperkirakan adanya pembengkakan biaya investasi pembangunan dua pabrik miliknya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memperkirakan adanya pembengkakan biaya investasi pembangunan dua pabrik miliknya di Rembang, Jawa tengah dan Padang, Sumatera Barat.
Dwi Soetjipto, Direktur Utama SMGR, menuturkan hal itu disebabkan oleh adanya pelemahan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikar (AS). Nilai tukar rupiah meleset dari perkiraan investasi awal yang memakai asumsi nilai tukar rupiah di level Rp 9.000 an per dolar AS.
"Seiring pelemahan rupiah menjadi Rp 11.000-11.500 per dolar AS, kami proyeksikan biaya investasi untuk pembangunan dua pabrik tersebut bakal membengkak menjadi Rp 7,6 triliun dari sebelumnya Rp 7 triliun," kata Dwi, Selasa (3/12/2013).
Kenaikan biaya investasi karena adanya komponen impor dalam proyek pembangunan kedua pabrik milik perseroan. Sekitar 18 persen proyek pabrik tersebut terdiri dari mesin-mesin impor dari Jerman dan Amerika Serikat (AS).
Agung Wiharto, Corporate Secretary Semen Indonesia, menambahkan dalam proyek tersebut perseroan mengalokasikan dana pembangunan secara bertahap.
"Kami akan keluarkan dana secara bertahap. Untuk tahun depan hanya sekitar Rp 1 triliun saja. Sedangkan, untuk 2015 sebesar Rp 3,5 triliun untuk dua pabrik itu. Dan akan dituntaskan pada 2016," katanya.