2014, LG Tingkatkan Penjualan Lemari Es Pintar Tiga Kali Lipat
LG bahkan berancang membukukan penjualan tiga kali lipat di tahun 2014.
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA- Tahun 2014 bakal menjadi momentum bagi PT. LG Electronics Indonesia (LG), vendor konsumer elektronik asal Korea Selatan, untuk memfokuskan pemasaran lemari es pintar.
Pertumbuhan 12% lemari es jenis ini sepanjang tahun 2013 menjadi alasan perusahaan untuk meningkatkan pencapaian lebih tinggi di tahun mendatang. LG bahkan berancang membukukan penjualan tiga kali lipat di tahun 2014. Mendukung rencana besarnya ini, perusahaan memulai produksi dalam negeri untuk kategori lemari es pintar ini.
“Angka pertumbuhan tersebut menunjukkan konsumen semakin mempertimbangkan keberadaan fitur pintar dalam pembelian perangkat lemari es. Tak lagi hanya mendasarkan pada fungsi dasar dan harga,” ujar Adrian Hartanto – Head of Product Marketing Refrigerator LG Electronics Indonesia.
Terkait dengan besarnya di kategori ini, Adrian Hartanto menyatakan, angka yang sama menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan pasar kategori ini di tahun mendatang. “Semakin meluasnya gaya hidup modern yang mengedepankan kesadaran akan kesehatan dan lingkungan hidup akan berkontribusi besar pada peningkatan signifikan pasar kategori ini di tahun mendatang,” ujar Adrian Hartanto lagi.
Tak sama halnya dengan perangkat IT yang mengedepankan konvergensi, sematan ‘pintar’ pada perangkat elektronik rumah tangga lebih mengacu pada keberadaan ragam fitur penunjang kesehatan dan ramah lingkungan. Khusus untuk hal ramah lingkungan, acuannya tak lagi hanya pada pilihan material pembangunnya. Namun lebih dari itu, juga termasuk pada kemampuan perangkat untuk menghemat penggunaan daya listrik pada pengoperasiannya.
Melalui koleksi lemari es pintarnya, LG berhasil membukukan penjualan sebesar 25,000 unit sepanjang tahun 2013. Besaran penjualan ini bertumbuh 12% dibanding tahun sebelumnya. Sementara dengan penetapan target pertumbuhan penjualan 300% di tahun depan, sama halnya perusahaan bakal menjual kisaran 79,000 unit lemari es pintar sepanjang tahunnya.
Target yang terbilang fantastis ini bukannya dibuat tanpa strategi. Untuk mencapainya, perusahaan bakal memperluas lini produk lemari es pintar. “Bila sebelumnya fitur pintar pada lemari es hanya dapat dijumpai pada kategori premium, kini kami akan memperluas pengaplikasiannya pada kategori bagi konsumen kelas menengah yang jumlahnya lebih besar,” ujar Adrian Hartanto.
Implementasi strategi ini salah satunya berwujud dengan memperkenalkan lemari es pintar seri LG Omega. Sebagai keluarga baru lemari es pintar, LG Omega dilengkapi teknologi Hygiene Fresh yang bekerja optimal mengeliminasi 99,99% kuman dan bakteri yang mungkin menempel pada bahan makanan kala penyimpanan hanya dalam waktu singkat, 15 menit.
Teknologi LG Hygiene Fresh merupakan sistem filterisasi cermat empat langkah yang bertugas menyaring udara dalam kabin lemari es. Mulai dengan filter Anti Particle Shield yang menangkap berbagai partikel besar seperti debu yang mungkin terbawa masuk dalam kabin penyimpanan makanan lemari es. Berlanjut dengan filter Anti Bacteria dan filter Anti Virus, yang sesuai namanya, berfungsi khusus melumpuhkan bakteri dan virus. Pamungkasnya, filter Deodorization bakal menyaring partikel halus penyebab bau-bauan tak sedap.
Kerja lemari es LG Omega ini pun kian optimal berkat hadirnya teknologi ramah lingkungan Inverter Linear Compressor. Secara unik, teknologi bekerja mengontrol proses pendinginan. Pada akhirnya, aplikasi ini membuat lemari es pintar LG Omega dapat bekerja dengan menghemat listrik hingga 36% dibandingkan dengan produk lemari es konvensional.
Menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga kelas menengah, lemari es pintar LG Omega bakal tersedia dalam tiga pilihan model dua pintu dengan kapasitas simpan yaitu; 180 liter, 210 liter dan 255 liter.
Menyasar pada konsumen kelas menengah dengan populasi lebih tinggi ketimbang kelas premium, LG memilih untuk memproduksi lemari es pintar ini di dalam negeri. Tepatnya pada fasilitas produksi milik LG yang terdapat di Legok, Tangerang.
Menurutnya, dengan produksi dalam negeri, LG bakal lebih dapat merespon dinamika permintaan dengan lebih cepat. “Produksi dalam negeri merupakan langkah antisipasi kami dalam melayani permintaan ke depan. Tak hanya pada besarnya populasi kelas menengah, tapi persebaran konsumen ini pada berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Adrian Hartanto.
Terhitung bulan Desember, LG memulai produksi perdana lemari es pintar LG Omega. Dengan jaringan distribusi terdapat di berbagai kota di Indonesia, harapannya, lemari es pintar LG Omega ini bakal dapat tersebar luas di pasar mulai pertengahan Januari 2014 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20131219_170547_lg-produksi-lemari-es.jpg)