Sektor Pariwisata Punya Peluang Besar di Perdagangan Bebas
Mari Elka Pangestu, menegaskan Indonesia harus merebut peluang dari pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menegaskan Indonesia harus merebut peluang dari pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN yang merupakan tertinggi di dunia.
Perkembangan itu membuat peran sektor pariwisata semakin penting bagi perekonomian negara-negara ASEAN. Pada 2023, potensi kontribusi pariwisata terhadap perekonomian kawasan ini diproyeksikan akan mencapai 480 miliar dolar AS dengan pertumbuhan rata-rata 5,8 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan investasinya sekitar 6,8 persen per tahun.
“Ini adalah peluang besar, pariwisata Indonesia harus bisa memanfaatkannya untuk memperkuat perekonomian nasional,” kata Mari, Rabu (19/3/2014).
Dalam beberapa tahun terakhir ini, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional semakin besar. Ini terasa saat perekonomian nasional menghadapi krisis global seperti tahun lalu, ketika penerimaan ekspor turun tajam.
Sektor pariwisata mengalami peningkatan kontribusinya dari 10 persen menjadi 17 persen dari total ekspor barang dan jasa Indonesia. Selain itu posisinya sebagai penyumbang devisa terbesar meningkat dari peringkat 5 menjadi peringkat 4 dengan penghasilan devisa sebesar 10 miliar dolar AS.
Sementara itu, kontribusinya secara langsung terhadap PDB sudah mencapai 3,8 persen dan jika memperhitungkan efek penggandanya, kontribusi pariwisata pada PDB mencapai sekitar 9 persen. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini juga sudah mencapai 10,18 juta orang atau 8,9 persen dari total jumlah pekerja.
"Sehingga sektor pariwisata merupakan sektor pencipta tenaga kerja terbesar keempat," papar Mari.
Sepanjang periode 2005-2012, pariwisata kawasan ini mampu tumbuh rata-rata 8,3 persen per tahun, jauh di atas rata-rata pertumbuhan global yang hanya 3,6 persen.
Bahkan pada 2013, arus kunjungan wisatawan ke negara-negara ASEAN sudah mencapai 92,7 juta atau meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan global hanya 5 persen.