Pemerintah Minta Swasta Ikut Berpikir Cara Bayar Utang Negara
Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung meminta agar pihak swasta ikut andil dalam pembayaran utang luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung meminta agar pihak swasta ikut andil dalam pembayaran utang luar negeri. Chairul berharap pihak swasta menyumbang penghasilannya untuk membayar utang luar negeri.
"Kita minta itu teman-teman swasta mikir bayarnya," ujar Chairul, Selasa (22/7/2014).
Chairul meminta utang luar negeri terhadap swasta tidak sampai jatuh tempo. Pasalnya Chairul menilai jika punya mata uang, tapi tidak punya perlindungan aset saham dalam negeri akan berbahaya.
"Kekhawatiran Bank Indonesia bukan jumlah, tapi trendnya," papar Chairul.
Chairul memaparkan saat ini utang luar negeri 25 persen dari Produk Domestik Bruto. Namun bagi Chairul hal itu tidak masalah.
"Nggak problem, tapi ditakutkan pada prosesenya pas jatuh tempo, nggak ada permintaan," kata Chairul.
Dari data Bank Indonesia, total utang luar negeri Indonesia pada periode Mei 2014 sebesar 283,713 miliar dollar AS.
Dengan perkembangan ini, pertumbuhan tahunan Utang luar negeri pada Mei 2014 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan April 2014 sebesar 7,7 persen (yoy).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140530_200102_chairul-tanjung-datangi-kpk.jpg)