Kamis, 28 Mei 2026

Problem UMKM Indonesia: Bisa Produksi Tapi Nggak Bisa Jual Barang

Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM untuk membantu mengembangkan bisnis UMKM.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
TANTANGAN UMKM - Menteri UMKM Maman Abdurahman di acara Soft Launching Platform SAPA UMKM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Pelaku bisnis UMKM di Indonesia menghadapi beragam masalah yang sangat kompleks, bisa memproduksi barang tapi sulit memasarkannya.
  • Sebagian UMKM juga sulit mengembangkan bisnis karena terbentur perizinan dan permodalan.
  • Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM untuk membantu mengembangkan bisnis UMKM.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah RI (UMKM) Maman Abdurahman menyampaikan, pelaku bisnis UMKM di Indonesia menghadapi beragam masalah yang sangat kompleks.

"Kompleks banget, makanya saya selalu bilang kita gak bisa hanya melihat satu sisi dalam masalah UMKM ini. Kompleksitasnya luar biasa," kata Maman di acara Soft Launching platform SAPA UMKM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Maman lantas menjabarkan, setidaknya ada 4 persoalan yang paling menonjol dari beragam permasalahan yang dialami oleh para pegiat UMKM.

Permasalahan paling utama adalah soal perizinan, legalitas dan permodalan. Banyak pegiat UMKM sulit mengembangkan bisnis karena terbentur perizinan dan permodalan.

"Yang pertama adalah perizinan atau sertifikasi, legalitas, itu menjadi isu pertama. Yang kedua adalah permodalan," kata Maman.

Persoalan ketiga adalah kapasitas sumber daya manusianya. Sebagian UMMKM kurang memahami seluk beluk bisnis karena kurangnya pelatihan. Persoalan lainnya adalah kendala memasarkan produk yang dihasilkan.

"Yang terakhir ini nggak kalah penting, pemasaran. Saya selalu bilang kita udah bantu pembiayaan kepada saudara-saudara kita pengusaha mikro. Kita udah bantu legalitas kepada saudara-saudara kita pengusaha mikro."

"Pelatihannya pun dikasih. Tapi terakhir pada saat mereka bisa produksi barang, mereka gak bisa jual barang mereka. Ini juga jadi isu," tegasnya.

Baca juga: BPDP: Hilirisasi Komoditas Perkebunan Bakal Tingkatkan Nilai Tambah UMKM

Dia menilai perlu ada revolusi di dunia bisnis agar pegiat UMKM bisa tumbuh dan berkembang hingga akhirnya membuka lapangan kerja baru.

Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM untuk membantu mengembangkan bisnis UMKM.

"Kalau dibuat dengan sistem konvensional udah gak mungkin. Maka dari itu kita hadir di sistem ini (SAPA UMKM) supaya bisa menjawab the whole package isu yang ada di tanah air kita terkait pengusaha mikro kecil dan menengah," ujarnya.

Baca juga: Krisis Kredit UMKM: Cuma 2,2 Persen yang Tersentuh Bank Formal

Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan platform tersebut agar dapat terhubung dengan beragam stakeholder termasuk pemerintah dan pasar untuk produk yang mereka hasilkan.

"Inilah ijtihad juga. Mudah-mudahan melalui ijtihad ini, saya tahu gak akan mungkin akan sempurna. Tapi karena ini sudah ada perintah dari Pak Presiden, disupport penuh oleh Bappenas, insyaAllah yang susah tadi bisa mudah," tukas dia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved