Minggu, 12 April 2026

Pasar Saham Tak Menentu, Megawati-SBY Jadi Harapan

Dari eksternal, terpuruknya Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat turut menyeret bursa global

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kiri) bersama Presiden terpilih, Joko Widodo (dua kanan) dan Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (kanan) disambut Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (kiri) saat tiba di lokasi acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Pada Rakernas Keempat PDIP yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kekhawatiran pasar bahwa program-program Joko Widodo tidak bakal efektif, ditengarai kuat menjadi faktor utama terbenamnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (2/10/2014). Sempat menghijau, Jumat (3/10/2014), IHSG masih terlihat galau.

“Yang bisa membangkitkan confidence pasar adalah jika Jokowi dan kawan-kawan lekas mendapatkan kawan koalisi secepatnya, misalnya Partai Demokrat,” kata Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, A Tony Prasetiantono, Kamis. “Kuncinya adalah jika Megawati “turun gunung” bertemu SBY. Masih selalu ada harapan soal ini.”

Laju IHSG pada perdagangan Kamis terlihat cukup berat tertahan, terbebani sentimen negatif dari eksternal dan internal. Dari eksternal, terpuruknya Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat turut menyeret bursa di berbagai belahan dunia.

Selain itu, unjuk rasa di Hongkong juga menjadi faktor eksternal yang menjadi perhatian investor. Terlebih lagi mulai muncul aksi anarkis terkait demonstrasi itu.

Adapun dari faktor internal, kemenangan Koalisi Merah Putih untuk mengisi formasi pimpinan DPR memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi kemulusan pemerintahan Jokowi-JK. Tanpa dukungan yang kuat dari parlemen, pemerintahan baru dikhawatirkan bakal kesulitan menjalankan berbagai programnya.

IHSG ditutup melemah sebesar 140,1 poin atau -2,72 persen di posisi 5.000,8 pada Kamis petang. Aksi jual, terutama oleh investor asing menyebabkan indeks turun sangat dalam pada hari ini. Volume perdagangan mencapai 4,54 miliar lot saham senilai Rp 6,46 triliun. Hanya 41 saham diperdagangkan menguat, 296 saham melemah dan 52 saham stagnan.

Pada Jumat pagi, IHSG sempat dibuka menguat 9 poin, di level 5.009. Namun, dalam waktu sekitar dua jam, indeks sudah turun 16 poin, kembali berada di bawah level 5.000. (Estu Suryowati)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved