BI: Gejolak Politik Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo menjelaskan, faktor politik tidak bisa dilepaskan dari pelemahan nilai tukar rupiah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo menjelaskan, faktor politik tidak bisa dilepaskan dari pelemahan nilai tukar rupiah yang terus terjadi hingga triwulan III tahun ini.
"Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh di level Rp 12.150 per Dollar AS, juga disebabkan karena adanya gejolak politik yang terjadi belakangan ini di Indonesia," kata Agus, Senin (5/10/2014).
BI mencatat hingga triwulan III 2014, nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,12 persen (year-to-date/ytd) sedangkan secara (month-to-month/mtm) nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,57 persen.
Selain karena faktor gejolak politik, Agus menegaskan, pelemahan rupiah juga disebabkan karena adanya rencana kenaikan suku bunga AS (fed fund rate) yang diperkirakan akan naik lebih awal dari rencana sebelumnya.
"Depresiasi ini, market melihat karena kondisi gejolak politik dan rencana kenaikan suku bunga AS, yang membuat pasar lebih tertarik masuk ke AS," jelasnya.