Minggu, 31 Agustus 2025

Adanya Gejolak Politik Berdampak Pada Investasi Pariwisata

Di sisa semester kedua tahun ini, geliat bisnis pariwisata makin sepi.

Editor: Budi Prasetyo
zoom-inlihat foto Adanya  Gejolak Politik Berdampak  Pada Investasi Pariwisata
Warta Kota/Nur Ichsan
HARI FILM NASIONAL - Menparekraf, Mari Elka Pangestu, memimpin acara jumpa pers pelaksanaan Hari Film Nasional ke 64, di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Rabu (26/3). Acara yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Perfilman Nasional ini mengusung tema Bangga Film Indonesia , yang akan digelar di sejumlah kota mulai 27-4 April berupa roadshow, orasi sinema, diskusi film dabn pelatihan. (Warta Kota/nur ichsan)

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA. Berakhirnya perhelatan pemilu di negeri ini tak kunjung mendongkrak investasi asing untuk masuk, seperti di sektor pariwisata. Malah, di sisa semester kedua tahun ini, geliat bisnis pariwisata makin sepi.

Salah satu pemicunya tak lain karena adanya polemik politik yang tak berkesudahan. "Di semester kedua ini kami belum tahu karena banyak perkembangan politik kemungkinan ada investor yang wait and see," kata Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin (6/10/2014).

Dengan kondisi ini, realisasi investasi di sektor pariwisata masih belum bisa menyamai hasil di tahun-tahun sebelumnya. Tanpa memerinci angka, mantan Menteri Perdagangan ini cuma memperkirakan pertumbuhan investasi sektor pariwisata maksimal sama dengan tahun lalu.

Yang jelas, pertumbuhan investasi pariwisata di Indonesia mengalami penurunan signifikan sejak 2012. Kala itu nilai investasi pariwisata yang berhasil diraih sebesar US$ 870 juta. Namun secara perlahan jumlah tersebut menurun menjadi US$ 602,65 juta pada 2013 dan terus tergerus menjadi hanya US$ 256 juta saja di semester I 2014.

Pebisnis pariwisata mengakui kondisi ini. Yanti Sukamdani, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) malah memprediksi, minat investor asing di bidang pariwisata baru bisa terjadi setelah pelantikan Presiden pada 20 Oktober nanti.

Dengan situasi politik saat ini yang terjadi adalah para investor yang ingin menanamkan modalnya masih menunggu kondisi politik di dalam negeri menjadi stabil. "Saya pikir ini mulai agak stabilnya baru pertengahan tahun depan," katanya ke KONTAN.

Salah satu sektor bisnis pariwisata yang mengalami penurunan adalah perhotelan. Kata Yanti, selain didasari karena situasi politik yang kurang kondusif, penurunan tersebut juga disebabkan karakteristik dari bisnis hotel.

Sebab untuk membangun hotel jelas butuh waktu, berkisar antara 12 bulan sampai 18 bulan. Sehingga realisasi investasi pariwisata belum bisa dihitung tahun ini, tapi paling cepat tahun depan. Kemungkinan nilai investasi asing di pariwisata pada tahun ini bisa turun dari tahun lalu.

Saat ini, masih cukup banyak investor yang tengah membangun gedung hotel. Misalnya di Jakarta ada sekitar 15 hotel yang masih tahap konstruksi.  "Ini masih under going dan ada yang baru buka 2017," ucap dia.(KONTAN/ RR Putri Werdiningsih )

Sumber: Kontan
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan