Bank BRI Catat Laba Bersih Rp 18,12 Triliun di Triwulan III 2014
Dari semua segmen kredit, segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,8 persen menjadi Rp 148,43 triliun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melaporkan kinerja keuangan pada triwulan III 2014 berhasil membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp 18,12 triliun atau meningkat sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2013 sebesar Rp 15,23 triliun.
"Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit yang terjadi di seluruh segmen bisnis. Total kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp. 464,19 triliun pada akhir September 2014 atau meningkat 12,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 413,27 triliun," kata Budi Satria Corporate Secretary BRI, di Jakarta, Rabu (22/10/2014).
Dari semua segmen kredit, segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,8 persen menjadi Rp 148,43 triliun atau meningkat sebesar Rp 20,2 triliun, dengan jumlah nasabah yang meningkat menjadi 7,1 juta nasabah dari 6,2 juta nasabah di triwulan III 2013.
Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) BRI juga menunjukkan trend positif. Secara keseluruhan realisasi outstanding KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp 32,03 triliun, atau meningkat 21,94 persen yoy, dengan jumlah nasabah yang meningkat menjadi 3,0 juta nasabah dari 2,5 juta nasabah di triwulan III 2013.
Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi dengan posisi neraca yang likuid. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat sebesar 85,29 persen pada September 2014, sedangkan kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah (NPL) netto sebesar 0,46 persen.
Adapun NPL gross BRI tercatat sebesar 1,89 persen atau lebih baik apabila dibandingkan dengan NPL gross rata - rata industry perbankan nasional yang tercatat sebesar 2,31 persen pada Agustus 2014.
Selain itu, Bank BRI juga berhasil menjaga posisi permodalan yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 18,57 persen pada September 2014 dibandingkan 17,14 persen pada September 2013.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140630_164538_pengenalan-e-money-di-pekanbaru.jpg)