Sabtu, 6 Juni 2026

Menularkan ‘Virus’ Gas

Belum lagi ongkos BBMnya lebih mahal. Bajaj BBG hanya butuh Rp 20.000 per hari, Bajaj BBM butuh Rp 50.000

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Usin, menegak air mineral sementara mobilnya diisi gas, beberapa waktu lalu. Usin mengisi gas di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) mitra Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Sebab di Jakarta jaringan pipa PGN sudah memadai. Panjangnya 701 kilometer. Bahkan sampai pertengahan 2014 PGN menambah lagi jalur pipa sepanjang 60 kilometer. Hasilnya ada 73 SPBU di Jakarta yang jaraknya kurang dari satu kilometer dari jaringan pipa PGN. Idenya PGN hendak bekerjasama dengan 73 SPBU itu. PGN akan memasang dispenser BBG di 73 SPBU itu.

Lalu nama SPBU berubah jadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terintegrasi (SPBT). Cara ini akan jauh lebih murah ketimbang membangun SPBG. Dana yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 10 milliar dan tak perlu beli tanah lagi. “Sekarang masih proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa mulai,” kata Irwan.

Tabel Peningkatan Konversi ke BBG Belum Maksimal di Jakarta : - Sampai pertengahan 2014, dari 53.140 angkutan umum baru sebanyak 6.791 yang beralih ke BBG. - Padahal tahun 2011 tercatat dari 61.212 angkutan umum di Jakarta, hanya 5.175 beralih ke BBG.

Atau 8,5 persen. Berarti peningkatan angkutan umum pengguna gas dari tahun 2011 sampai 2014 hanya 2,8 persen. - Sampai tahun 2014 bajaj paling banyak beralih ke BBG, sebanyak 14.424 bajaj. Lalu Bus Transjakarta sebanyak 889. Sedangkan mikrolet baru 226 dari 6.788 mikrolet. Lalu dari 27.179 taksi, baru 200 taksi yang beralih ke BBG.

Kemudian dari 6.238 angkutan umum jenis KWK, baru 159 beralih ke BBG. Sedangkan dari 1.801 bus sedang, baru 346 beralih ke BBG.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved