Minggu, 12 April 2026

Biro Perjalanan Wisata Kaget Harga Tiket Pesawat Akan Naik

"Sebenarnya kami cukup kaget juga, karena kenaikan diputuskan jelang akhir tahun," ujar Didi.

Editor: Hasanudin Aco
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana penjualan tiket penerbangan murah dan paket wisata di ajang Astindo Fair 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2014). Sebanyak 100 peserta pameran meliputi 50 biro perjalanan wisata, 10 maskapai penerbangan, serta 16 badan promosi pariwisata internasional dan domestik serta penunjangnya menjadi bagian pameran yang berlangsung pada 21-23 Maret. Warta Kota/Henry Lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR  - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba, mengatakan, keputusan maskapai penerbangan untuk menaikkan harga tiket akan berpengaruh besar.

Pasalnya, momen liburan akhir tahun ‘didepan mata’ dan dipastikan masyarakat akan memburu tiket-tiket penerbangan untuk seluruh rute terutama wisata.

Bahkan, ia memastikan dampaknya ke paket harga tour yang disusun biro perjalanan. "Sebenarnya kami cukup kaget juga, karena kenaikan diputuskan jelang akhir tahun," ujarnya.

Meski begitu, ia berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan maskapai untuk meningkatkan pelayanannya kepada penumpang.

Sejumlah maskapai penerbangan telah bersiap menaikkan harga tiket.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, mengatakan, pihaknya akan mulai menaikkan harga per 1 November.

Menurutnya, pengajuan untuk kenaikan tarif tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

"Kondisi saat ini dengan biaya avtur yang tinggi, memang sudah seharusnya dibarengi dengan penyesuaian harga dari maskapai penerbangan," jelas Agus, yang dihubungi Tribun, Kamis (23/10).

Demi kenyamanan penumpang, pihaknya mengaku sudah menyampaikan informasi kenaikan harga tersebut kepada seluruh pelanggan setia Sriwijaya.

Sementara itu, Maskapai Penerbangan Citilink yang sebelumnya mengaku belum memikirkan untuk segera menaikkan harga tiket, juga mulai pasang ‘kuda-kuda’.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Arief Wibowo, mengatakan, pihaknya akan mulai melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat. Namun, untuk kepastian pemberlakuan, ia mengaku belum memiliki jadwal pasti.

"Kami akui biaya operasional pesawat saat ini sudah cukup tinggi. Depresiasi rupiah disertai harga avtur yang melambung tidak dapat terbendung lagi," tuturnya.

Vice President Domestic Region Garuda Indonesia, Rosyinah Manaf, menambahkan, pada dasarnya Garuda Indonesia menyambut baik kebijakan baru ini.

Bahkan, Oktober ini, kata dia, perseroannya sudah mulai melakukan penyesuaian harga.

"Ini permintaan maskapai secara kolektif, bukan hanya Garuda. Dan wajar mengingat kondisi perekonomian global saat ini dengan kondisi nilai tukar dalam negeri," katanya.                                                             

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved