Jumat, 10 April 2026

Bank Kecil Mesti Hati-hati Berikan Kredit

Bank sentral mewanti-wanti agar bank bermodal kecil tidak terlalu bernafsu mengucurkan kredit

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kondisi likuiditas yang ketat masih menghantui perbankan Indonesia tahun 2015. Bahkan, Bank Indonesia (BI) mewaspadai kondisi likuiditas kelompok bank kecil. Bank sentral mewanti-wanti agar bank bermodal kecil tidak terlalu bernafsu mengucurkan kredit sehingga likuiditasnya tetap sehat.

Halim Alamsyah, Deputi Gubernur BI, mengatakan, batas rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) pada Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 dan BUKU 2 saat ini sudah berada di ambang batas atas ketentuan BI, yakni maksimal 92%. Mengutip data BI per September 2014, rasio LDR untuk BUKU 1 mencapai 81,21%.

Pada periode sama, pertumbuhan kredit bank kelompok ini sebesar 18,40%. Pertumbuhannya terpaut tipis dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang 20,33%.  Yang lebih mencemaskan adalah  rasio LDR bank kelompok BUKU 2 mencapai 97,27%. Bank-bank yang masuk kelompok ini mencetak pertumbuhan kredit 16,99%, lebih tinggi ketimbang pencapaian pertumbuhan DPK yang sebesar 14,26%.

Ramalan BI, penyaluran kredit bank kecil masih akan tumbuh tinggi pada tahun depan. Menurut Halim, bank kecil boleh ekspansi kredit, asalkan memperkuat pendanaan dan meningkatkan modal. "Bank kecil mulai menggeser pertumbuhan bisnis bank besar yang mengerem kreditnya," ujar Halim, akhir pekan lalu.

Setahun terakhir, plafon kredit bank besar melambat karena mengerem kucuran dana ke sektor komoditas. Namun, bank kecil malah getol menyalurkan kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Haryono Tjahrijadi, Direktur Utama Bank Mayapada mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 700 miliar untuk memperkuat struktur permodalan.

Sementara itu, Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana, bilang, bank BUKU 1 masih kesulitan mencari likuiditas di pasar. Makanya, Bank Ina membatasi pertumbuhan kredit sekitar 10%-14% tahun depan, dari pertumbuhan kredit 20% tahun ini. "Kami akan lebih hati-hati," ucapnya. (Dea Chadiza Syafina/Nina Dwiantika)
 

Sumber: Kontan
Tags
perbankan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved