Rabu, 8 April 2026

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Jokowi Suntik Modal ke BUMN

Pemerintah akan menyuntik modal kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tribunnews/Dany Permana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers terkait hilangnya pesawat AirAsia QZ8501, di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2014). Pesawat komersil yang mengangkut 138 orang dewasa, 16 anak-anak, dan 1 bayi tersebut hilang kontak sejak Minggu 28 Desember lalu saat terbang dari Surabaya menuju Singapura. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah akan menyuntik modal kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kita mendorong sebanyak-banyak BUMN mempercepat pembangunan infrastruktur," kata Presiden Joko Widodo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (2/1/2015).

Menurut Jokowi sapaan akrab Joko Widodo, perusahaan pelat merah yang akan diberikan modal atau Penyertaan Modal Negara (PMN) yaitu PT Pelindo untuk membangun pelabuhan, PT Angkasa Pura guna memperbanyak bandara, PT Kereta Api Indonesia yang akan fokus terhadap konektivitas jalur kereta api.

"Ini kita akan suntik lagi. Pokoknya yang BUMN karya-karya akan kita suntik juga agar mempercepat proses pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Namun mengenai besaran suntikan modal ke berbagai perusahaan pelat merah tersebut, Jokowi tidak menyebutkan nominal dan kapan realisasinya.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, dana suntikan modal ke BUMN akan diambil dari pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah dilakukan pemerintah.

"Sudah diirencanakan sebelumnya di atas Rp 30 triliun. Tapi ini masih exercise, kita lihat realisasinya nanti," ucap Sofyan.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved