Jumat, 10 April 2026

Rizal Ramli Jadi Komisaris Utama Bank Negara Indonesia

Achmad Baiquni sebelumnya menjadi Direktur Keuangan BRI. Namun demikian, pria berusia 57 tahun itu sempat menjadi Direktur Urusan Syariah BNI.

Editor: Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Bank Negara Indonesia (BNI) kini memiliki duet kepemimpinan baru. Achmad Baiquni resmi menjabat sebagai Direktur Utama dan ekomom Rizal Ramli menjabat sebagai Komisaris Utama berdasar hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2014 di Jakarta pada Selasa (17/3/2015).

Achmad Baiquni sebelumnya menjadi Direktur Keuangan BRI. Namun demikian, pria berusia 57 tahun itu sempat menjadi Direktur Urusan Syariah BNI.

Sementara itu, Rizal Ramli, kelahiran Padang, 10 Desember 1954 ini pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada Agustus 2000 sampai dengan Juli 2001  dan pernah menjadi Menteri Keuangan pada 2001 di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Berikut ini daftar Dewan Direksi BNI. Direktur Utama Achmad Baiquni, Wakil Direktur Utama Suprajarto, Direktur Rico Rizal Budidarmo, Direktur Herry Sidharta, Direktur Adi Sulistyowati, Direktur Bob Tyasika Ananta, Direktur Anggoro Eko Cahyo, Direktur Imam Budi Sarjito, dan Direktur Sutanto.

Rizal Ramli, selama ini dikenal sebagai ekonom yang kerap memberikan kritikan, termasuk kepada pemerintahan Jokowi-JK Rizal saat pemerintahan SBY, juga memposisikan dirinya sebagai oposan, dan kerap memberikan kritikan pedas ketika itu.

Di pemerintahan Gus Dur, Rizal dipercaya menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan, juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) sepanjang Maret 2000 sampai Februari 2001. Rizal Ramli diangkat menjadi penasihat ahli Perserikatan Bangsa Bangsa bersama ekonom internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Prof. Amartya Sen dari Harvard University.

Rizal Ramli, sebelumnya juga pernah ikut melakukan operasi penyelamatan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), berhasil mendapatkan Rp 5 triliun dari Indosat dan Telkom untuk menutupi APBN yang jebol. Uang itu ia peroleh, tanpa harus menjual selembar saham PT Telkom, juga Indosat.

Rizal Ramli dianggap berhasil saat menghentikan rush yang melanda Bank Internasoinal Indonesia (BII). Saat itu, BII kehilangan kepercayaan dari para deposannya meski Bank Dunia maupun IMF sudah menyarankan agar pemerintah melikuidasi BII dengan biaya sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Rizal Ramli saat itu memutuskan untuk tidak memakai uang pemerintah untuk menyelamatkan BII.

Rizal Ramli juga pernah tercatat sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik. Saat kepemimpinannya, Semen Gresik Grup menjadi salah satu BUMN terbaik, berada di peringkat ketujuh dan berhasil mendapat keuntungan sebesar 37 persen.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved