Rumah Sakit Siloam Ekspansi ke ASEAN
RS Siloam Yangon Diresmikan: Konglomerat Myanmar Puji Rumah Sakit Indonesia
Duta Besar Inggris untuk Myanmar, Andrew Patrick, ikut menghadiri acara yang diwarnai tari-tarian Myanmar.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dahlan Dahi, dari Yangon, Myanmar
TRIBUNNEWS.COM - Para pejabat kementerian kesehatan dan asosiasi kedokteran Myanmar serta sejumlah dokter bule ikut meramaikan peresmian Pun Hliang Siloam Hospital di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/6/2015).
Duta Besar Inggris untuk Myanmar, Andrew Patrick, ikut menghadiri acara yang diwarnai tari-tarian Myanmar.
Guntingan pita disusul terbangnya balon warna-warni menjadi puncak acara grand opening Pun Hliang Siloam Hospital, rumah sakit pertama Lippo Group di luar negeri.
James Riady, bos Lippo Group, nampak puas --dan menegaskan komitmen jaringan Siloam menjadi rumah sakit terbesar dan termodern di Myanmar.
Sukses di Rangon akan memudahkan ambisi Rumah Sakit Siloam mengembangkan sayapnya di Myanmar (direncakan membangun dan mengoperasikan 12 rumah sakit dalam 12 bulan ke depan), Kamboja, Vietnam, Nepal, dan Sri Langka.
"Kami mengelola berbagai macam bisnis di Indonesia seperti retail, properti, bahkan media massa tapi pelayanan kesehatan dan pendidikan adalah passion (gairah) saya yang terbesar," kata James Riyadi dalam sambutan pada acara itu.
Lebih 200 orang, sebagian adalah pengusaha papan atas Myanmar, menghadiri acara itu.

Grand opening ceremony itu diberi tema "Compassion and Care for The Nation" --sesuatu yang menggambarkan obsesi James Riady membantu Myanmar melalui transformasi manusia melalui pelayanan kesehatan.
Tampak pula Dr Hasan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri RI, yang diperkenalkan James Riady kepada hadirin sebagai "tokoh yang mendorong hubungan baik Indonesia-Myanmar dan mendorong pengusaha Indonesia menanamkan investasi di Myanmar".
Edy Putera Irawady dari Kementerian Koordinator Perekonomian hadir memberi pidato bersama Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi.
Tampak pula Dr Farid Husain, Ketua Dewan Medis BPJS Kesehatan.
"Kami senang karena Indonesia mengekspor layanan, dalam hal ini layanan kesehatan," kata Edy Putera Irawadi, Deputy Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian.
Dia menyinggung apa yang disebut sebagai "Indonesia international services" dan mengatakan ekspansi Rumah Sakit Siloam ke luar negeri sebagai langkah yang harus didukung pemerintah Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rs-siloam-myanmar-james-riady_20150606_211005.jpg)