Jumat, 10 April 2026

Gejolak Rupiah

Analis Sebut Pelemahan Rupiah Lebih disebabkan Faktor Eksternal

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam terus berlanjut, bahkan kini sudah di atas level Rp 14.400 per dolar AS

Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka di kisaran Rp 14.006 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada level Rp 14.017 karena imbas dari perang mata uang (currency wars). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam terus berlanjut, bahkan kini sudah di atas level Rp 14.400 per dolar AS.

Analis valuta asing BRI Syariah Rahmat Wibisono mengatakan, pelemahan rupiah lebih disebabkan faktor eksternal, yaitu terjadi penguatan dolar AS menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 September 2015 dalam membahas kenaikan suku bunga Amerika Seriktar (Fed Rate).

"Ini lebih dari luar negeri penyebabnya bukan karena dalam negeri," kata Rahmat saat dihubungi, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Menurut Rahmat, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong roda ekonomi dalam negeri, salah satunya menjaring dana asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Namun, kebijakan tersebut memang belum terasa dalam waktu dekat karena masih belum banyak aksi nyata dari paket kebijakan ekonomi yang beberapa waktu lalu diumumkan pemerintah.

"Masih tunggu aksi nyatanya, ini bisa menguat rupiah jika banyaknya capital inflow," ucap Rahmat.

Dengan pelemahan rupiah yang sudah menyentuh Rp 14.400 per dolar AS, Rahmat melihat tren penurunan rupiah masih dapat berlangsung hingga akhir pekan ini.

"Saya tidak mau mengkira-kira rupiah bisa Rp 15.000 atau tidak," ujar Rahmat.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved