Jumat, 10 April 2026

Harga Emas Bertahan Tinggi, Freeport Targetkan Produksi 26 Ton Tahun Ini

Harga emas saat ini masih bertahan di level tinggi dan memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap strategi produksi perusahaan tambang.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Lita Febriani
TETAP PRODUKSI EMAS - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 24 2026-2028 PT Freeport Indonesia di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani). 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas masih bertahan di level tinggi dan memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap strategi produksi perusahaan tambang.
  • PT Freeport Indonesia menargetkan produksi tahun 2026 menjadi 1,1 miliar pon tembaga dan 800.000-830.000 ons emas. 
  • Perusahaan tetap optimistis dapat mencapai target produksi tahun ini meskipun kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga emas saat ini masih bertahan di level tinggi dan memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap strategi produksi perusahaan tambang.

Melihat fenomena tersebut, PT Freeport Indonesia menyebut tidak akan mengubah rencana produksi hanya karena pergerakan harga komoditas.

Perusahaan memilih tetap berpegang pada rencana penambangan jangka panjang dan menjaga operasi berjalan aman serta berkelanjutan.

"Harga emas, harga tembaga kita nggak bisa kendalikan, jadi kita nggak mau fokus di situ. Nanti wah ini harganya naik jadi kita kurangi produksi, enggak. Kita nggak seperti itu. Atau harganya turun jadi kita kurangi produksi, enggak," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas kepada wartawan di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

"Kita memproduksi sesuai dengan rencana penembangan dengan cara yang selamat dan aman dan berkelanjutan. Kita kan price taker, kita bukan price maker, kita nggak bisa menentukan harga. Harga fuel juga kita nggak bisa tentukan," lanjut Wenas.

Ia menambahkan, perusahaan tetap optimistis dapat mencapai target produksi tahun ini meskipun kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

PT Freeport Indonesia menargetkan produksi tahun 2026 menjadi 1,1 miliar pon (sekitar 478.000-480.000 ton) tembaga dan 800.000-830.000 ons (sekitar 26 ton) emas. 

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat 10 April 2026: Menanjak Tipis di Level Rp2.857.000 per Gram

Menurut Tony, fokus utama perusahaan adalah memastikan seluruh rencana produksi berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan operasional.

"Kita tetap fokus kepada rencana produksi yang selamat, aman dan berkelanjutan. Itu saja fokus kita. Dengan segala macam cara dan daya, upaya yang kita lakukan untuk menuju ke situ," jelasnya.

Baca juga: Freeport Antisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah, Fokus Jaga Produksi Tambang Tetap Aman

Tony menyampaikan, berbagai dinamika harga komoditas, mulai dari emas, tembaga hingga minyak, tetap dipantau perusahaan, namun tidak menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan operasional.

"Apakah harga minyaknya naik, apakah harga emas turun, apakah harga tembaga naik atau turun. Bukan kita nggak peduli tapi kita fokusnya kepada produksi yang selamat, aman dan berkelanjutan," ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved