Kamis, 9 April 2026

Soal Audit BI, Agus Marto Minta Semua Pihak Bangun Persepsi Positif

Dalam menjaga perekonomian diperlukan stabilitas sistem keuangan dan suatu kondisi yang membuat investor nyaman berinvestasi

Editor: Sanusi
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai pihak terus menyuarakan agar kinerja Bank Indonesia (BI) diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena dinilai tak mampu menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Lalu bagaimana tanggapan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo atas wacana BPK diminta mengaudit lembaga yang dipimpinnya?

Agus menilai, dalam menjaga perekonomian dalam negeri diperlukan stabilitas sistem keuangan dan suatu kondisi yang membuat investor nyaman berinvestasi di Indonesia.

"Bank Indonesia menjaga di sistem moneter maupun makroprudensial. Yang perlu kita jaga adalah persepsi, supaya persepsi positif," kata Agus belum lama ini.

Menurut Agus, adanya wacana bahwa BI akan diaudit ‎maka membuat persepsi tidak baik dimata kalangan investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. Kondisi tersebut bahkan dapat membawa sentimen negatif bagi‎ ekonomi dalam negeri.

"Jadi saya titip, ayok kita semua bangun persepsi positif karena tantangan besar. Tapi Indonesia dalam keadaan yang baik dan menuju lebih baik," ujar Agus.

Anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun menilai Bank Indonesia tidak secara sungguh-sungguh dalam menjaga nilai tukar rupiah, yang akhirnya pelemahan terus berlanjut.

"Saya mengusulkan BI untuk dilakukan audit oleh BPK dalam rangka kebijakan moneter. Kita memang menginginkan BI yang lebih transparan, BI yang terbuka," ucap Misbakhun.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup mengkhawatirkan, sehingga peran BI sebagai otoritas moneter perlu dipertanyakan.

"Audit BI itu diperlukan, bukan karena kita mencurigai ada permainan di sana. BI harus memberi bobot kinerja lebih terhadap penguatan kurs nilai tukar dalam bauran kebijakan moneter," tutur Hendrawan.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved