Program Makan Bergizi Gratis
DPR Minta Pemerintah Jelaskan Pengadaan Ribuan Motor Listrik untuk MBG
Komisi IX DPR akan mencermati proses administrasi barang milik negara (BMN) serta distribusi kendaraan tersebut.
Ringkasan Berita:
- DPR meminta pemerintah menjelaskan tentang alasan pengadaan ribuan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
- Komisi IX DPR akan mencermati proses administrasi barang milik negara (BMN) serta distribusi kendaraan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah menjelaskan tentang alasan pengadaan ribuan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, penjelasan tersebut penting bagi publik. “Penjelasan resmi dari BGN diharapkan dapat menjernihkan simpang siur mengenai urgensi penggunaan motor listrik dalam operasional distribusi gizi di berbagai daerah,” ujar Neng Eem kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Legislator PKB itu menegaskan bahwa publik berhak mengetahui asal-usul pengadaan 21.800 unit motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Untuk mendapatkan informasi yang utuh dan akurat, konfirmasi ke pihak BGN menjadi langkah tepat agar kronologinya jelas. Jangan sampai muncul polemik berkepanjangan akibat kurangnya keterbukaan,” kata Neng Eem.
Komisi IX DPR berpeluang memanggil BGN guna meminta penjelasan resmi mengenaan program pengadaan tersebut demi meminimalisir spekulasi publik yang berpotensi menggerus kredibilitas program prioritas pemerintah.
“Program MBG merupakan prioritas dari Presiden Prabowo yang harus dikawal bersama agar terhindar dari sorotan negatif yang akan mengerus kredibilitas dan kualitas program,” kata dia.
Dia berpandangan, transparansi tidak hanya sebatas membuka data, tetapi juga memastikan masyarakat memahami rasionalitas di balik kebijakan tersebut.
Baca juga: Purbaya Mengaku Kecolongan 21 Ribu Motor Listrik untuk SPPG, Langsung Setop Anggaran
Neng Eem menambahkan, Komisi IX DPR akan mencermati proses administrasi barang milik negara (BMN) serta distribusi kendaraan tersebut.
“Program MBG ini menyangkut pemenuhan gizi masyarakat luas. Keterbukaan anggaran menjadi kunci agar publik dapat ikut memastikan program ini berjalan tepat sasaran," kata dia.
"BGN tentu memiliki dasar perencanaan, namun hal itu harus disampaikan secara terbuka agar tidak memicu ketidakpercayaan,” kata Neng Eem.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, pengadaan ribuan motor listrik untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan program dadakan. Dadan menyebut, prosesnya transparan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Dadan Hindayana Klarifikasi soal Viral Motor Listrik BGN: Bukan Program Mendadak, Sesuai Aturan
Hal ini merespons video sepeda motor berlogo BGNyang viral di media sosial. Ia menjelaskan, pengadaan motor listrik sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025.
“Pengadaan motor listrik itu jadi bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025, bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba,” tegas dia di Jakarta, Kamis (9/4).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dadan-Hindayana-1-17032026.jpg)