Sabtu, 30 Agustus 2025

Sofjan Wanandi Sarankan Target Pajak 2016 Harus Dievaluasi

Pemerintah sudah menargetkan penerimaan pajak pada 2016 mendatang, yakni sebesar Rp 1.220 triliun, atau lebih tinggi dari target tahun 2015

Editor: Fajar Anjungroso
Tribunnews.com/Nurmuliarekso Purnomo
Ketua Tim Ahli Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, saat diwawancarai wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015). 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Target pemerintah dalam penerimaan pajak tahun 2015 sebesar Rp. 1.249 triliun mungkin tidak akan tercapai kata Sofjan Wanandi, yang merupakan Ketua Tim Ahli, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Hingga saat ini, uang yang dikumpulkan masih jauh dari target.

"Kemarin saya terima laporan sudah Rp. 950 triliun yang sudah masuk sampai kemarin. Ini kan setiap hari laporannya. Saya pikir pasti masih kuranglah," kata Sofjan kepada waratwan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).

Sebelumnya untuk mendongkrak penerimaan pajak, pemerintah sudah mengupayakan banyak hal, termasuk pengampunan pajak atau tac amnesty, dan revaluasi aset. Strategi tersebut menurutnya tidak mungkin bisa membantu pemenuhan target pajak, di dua pekan terakhir tahun 2015 ini.

"Biarpun ada amnesty dan macam-macam, saya pikir kita harus evaluasi. Tidak mungkin kita capai setinggi inilah, ini terlalu ambisisus," jelasnya.

Pemerintah sudah menargetkan penerimaan pajak pada 2016 mendatang, yakni sebesar Rp 1.220 triliun, atau lebih tinggi dari target tahun 2015. Menurut Sofjan Wanandi, terget tersebut harus dibenahi.

"Tahun ini enggak tercapai apalagi tahun depan juga. Ekonomi kita tidak melihat membaik kan sementara ini," jelasnya.

Sofjan Wanandi belum bisa menyebutkan berapa idealnya penerimaan pajak pada tahun 2016. Namun ia mengingatkan, bila target penerimaan pajak diturunkan, pengeluaranpun harus diturunkan.

"Pasti kita harus perbaiki, yang tidaj perlu harus kita pangkas. Gakibkan bisa dipotong. Subsidi tidak bisa, kesehatan, pendidikan tidak bisa," jelasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan