Selasa, 7 April 2026

Besok, Rakernas Hipmi Akan Hadirkan Anggota DPR Maruarar Sirait

Rakernas Hipmi besok dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

youtube
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait 

TRIBUNNEWS. COM,  JAKARTA - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Rakernas BPP Hipmi) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin, (27/3) besok.

Rakernas HIPMI akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam rilis yang diterima Tribunnews, Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia Bahlil mengatakan, selain Presiden, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja akan menjadi pembicara dan narasumber seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Engartiasto Lukito, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar.

Rakernas juga menghadirkan Tokoh Pengusaha Nasional Mochtar Riady, Pengusaha Erwin Aksa dan anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait.

“Selain Presiden dan sejumlah Menteri, kami hadirkan juga tokoh pengusaha dan anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait sebagai pemateri di Rakernas,” ujar Bahlil Lahadaliadi Jakarta, Minggu (26/3).

Menurut Bahlil, satu-satunya narasumber dari legislatif adalah Maruarar Sirait. Menurut dia, Maruarar yang merupakan politisi PDI-Perjuangan itu hadir tidak hanya sekedar anggota Komisi XI DPR RI tetapi juga merupakan tokoh pemuda yang terus berjuang memberikan pemahaman akan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan bagi seluruh anak bangsa.

“Pencerahan dari beliau (Maruarar Sirait) sangat penting bagi HIPMI,” katanya.

Rakernas HIPMI kali ini mengambil “revolusi ekonomi yang berkeadilan dan berkalanjutan”. Pemilihan tema itu, kata Bahlil, didasarkan pada padangan HIPMI terkait persoalan ekonomi yang perlu mendapat prioritas di masa mendatang.

HIPMI berharap pemerintah memberi perhatian yang berkeadilan bagi UMKM. Ia mengatakan, pentingnya kesetaraan dalam bergandeng bersama-sama antara pengusaha keturunan dengan pribumi.

Bahlil mengatakan, UMKM di Indonesia terus bertambah namun pelaku UMKM ini tidak mengalami peningkatan signifikan dari segi aset dan kapasitas usaha. Sedangkan usaha-usaha konglomerasi kian menggurita dan mengalami pertumbuhan aset yang spektakuler.

“Ini yang membuat disparitas di dunia usaha itu makin membesar. Ada yang kurang sehat di kebijakan dan struktur industri kita. Ada yang menikmati insentif ada yang kena disinsentif. Ada regulasi yang akomodatif ada yang tidak bagi si kecil,” ujarnya.

Di satu sisi, usaha-usaha besar tersebut terus menggurita dan menciptakan ekosistem dunia usaha yang tidak sehat dan menciptakan harga di pasar yang tidak bersaing bagi konsumen.

“Tantangan perekonomian terbesar Indonesia saat ini adanya disparitas yang tinggi hampir disemua tingkatan. Selain disparitas dalam dunia usaha, disparitas juga secara sosial antara kaya dan miskin. Pemerintah Pak Jokowi-JK sudah menyadari hal ini dan Hipmi siap membantu pemerintah,” ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved