Terlemah Sepanjang Masa, Rupiah Hari Ini Anjlok Rp17.105, Airlangga: Mata Uang Lain juga Melemah
Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia dan tembus Rp17.105 per dolar AS.
Ringkasan Berita:
- Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia dan tembus Rp17.105 per dolar AS.
- Setiap Rp 100 per dolar AS rupiah terdepresiasi, maka akan menambah penerimaan negara Rp 5,3 triliun.
- Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan mata uang bukan hanya terjadi pada nilai tukar rupiah saja tapi juga terjadi pada banyak mata uang negara lain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan mata uang bukan hanya terjadi pada nilai tukar rupiah saja tapi juga terjadi pada banyak mata uang negara lain.
“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain juga demikian,” kata Airlangga menanggapi pelemahan rupiah hari ini di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia dan tembus Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah spot ditutup melemah 0,41 persen ke level Rp 17.105 per dolar AS.
Pada pergerakan harian, rupiah spot sempat menyentuh Rp 17.119 per dolar AS pada pukul 14.22 WIB tadi siang. Kurs rupiah Jisdor juga melemah Rp 55 atau 0,32 persen menjadi Rp 17.092 per dolar AS.
Mata Uang Asia Melemah dan Menguat
Berdasarkan data sensitivitas APBN tahun 2026, setiap Rp 100 per dolar AS rupiah terdepresiasi, maka akan menambah penerimaan negara Rp 5,3 triliun.
Namun anggaran belanja membengkak lebih besar menjadi Rp 6,1 triliun. Maka dari itu, akan menambah defisit sekitar Rp 800 miliar.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang regional Asia. Kehati-hatian dan ketidakpastian investor terus berlanjut di tengah perang.
Baca juga: Ekonom Ingatkan Pemerintah Defisit APBN Bisa Mencapai 4 Persen
Peso Filipina hari ini melemah 0,46 persen, dolar Taiwan melemah 0,09 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,04 persen.
Sejumlah mata uang Asia lainnya menguat terhadap the greenback. Won Korea menguat 0,67 persen dan Yuan China menguat 0,31 persen.
Baht Thailand menguat 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen dan rupee India menguat 0,10 persen. Begitu pula Yen Jepang menguat 0,04 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen.
Indeks dolar melemah di hari kedua berturut-turut. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,11 persen menjadi 99,87 dari posisi kemarin di 99,98.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Airlangga-soal-pelemahan-rupiah-OK.jpg)