Pemerintah Diskon Tarif 50 Persen untuk Kapal Pesiar Asing yang Singgah dan Menginap di Indonesia
"Kami beri diskon 50 persen. Semula kita tarifnya dua kali lipat dibandingkan dengan kompetitor yaitu Singapura dan Malaysia."
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang menggenjot devisa dari sektor pariwisata. Salah satunya, dengan memberikan insentif kepada kapal pesiar mewah dari luar negeri berlabuh di sejumlah destinasi wisata di dalam negeri.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, pemerintah sudah menurunkan tarif untuk setiap kapal pesiar asing yang membawa wisatawan dan menginap di Indonesia.
Kementerian Perhubungan sepakat memberikan diskon sampai dengan 50 persen untuk setiap kapal pesiar yang berlabuh di dalam negeri.
"Kami beri diskon 50 persen. Semula kita tarifnya dua kali lipat dibandingkan dengan kompetitor yaitu Singapura dan Malaysia," ujar Arief di kantor Kementerian Kemaritiman, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
Arief memaparkan tarif kapal pesiar 20 ribu kalau ada yang bersandar di Indonesia untuk sekali sandar. Sedangkan dulu dua kali lipat tarifnya yakni 40 ribu sampai 50 ribu dollar AS per sekali sandar.
"Jadi terlalu mahal, dan harus diselesaikan agar kita bisa berkompetisi dengna negara lain," ungkap Arief.
Melalui penurunan tarif, Arief yakin bisa meningkatkan kapal pesiar yang datang ke Indonesia 100 persen. Saat ini kapal pesiar yang ada di dalam negeri 200 ribu, sedangkan target pemerintah tahun depan 400 ribu.
J"adi tadi Pak Indroyono dan saya menyebutkan dua kali lipat tahun depan. Jadi untuk 400 ribu sangat mudah," kata Arief.
Mantan Direktur Utama Telkom Indonesia mengatakan target awal tetap 3 juta kapal pesiar. Mereka berasal dari Malaysia dan Australia.
"Itu bukan Kementerian Pariwisata yang hebat, tapi memang potensinya yang besar. Potensinya sampai 3 juta, dan kita hany dapat 200 ribu," papar Arief.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kunjungan-turis-kapal-pesiar_20170318_172824.jpg)