Harga BBM Naik
Komunitas Pajero Kaget Harga Pertamina Dex Melonjak: Ini Mendadak, Belum Lama Diumumkan BBM Tak Naik
Pengguna hadapi dilema antara efisiensi biaya dan menjaga performa kendaraan diesel.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan tajam harga BBM non-subsidi, khususnya jenis Pertamina Dex dan Dexlite, mulai dirasakan langsung oleh pengguna kendaraan bermesin diesel.
Kebijakan ini menyusul lonjakan harga energi global akibat ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi minyak melalui jalur vital Selat Hormuz.
Seperti diketahui, Pertamina telah menaikkan harga Pertamina Dex dan Dexlite secara signifikan. Kedua jenis BBM ini umum digunakan oleh kendaraan diesel modern, termasuk SUV seperti Mitsubishi Pajero Sport.
Baca juga: Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi Kerek Minat Masyarakat Beli EV? Ini Kata Pengamat
Ketua Umum Pajero Sport Family (PSF) Hidayat mengaku komunitasnya cukup terkejut dengan kenaikan harga tersebut, terutama karena dinilai terjadi secara tiba-tiba.
"Cukup kaget atas kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamina Dex yang terkesan ‘agak mendadak’ karena belum lama pemerintah sudah announce tidak akan menaikkan harga BBM, tanpa memisahkan antara BBM subsidi atau non-subsidi, sehingga dalam hal ini komunitas terus terang mengalami ‘shock’. Mestinya pemerintah jauh lebih terbuka, kalau memang yang non-subsidi akan dinaikkan, alangkah baiknya di announce sebelumnya," tutur Hidayat saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (18/4/2026).
Meski demikian, pihak komunitas memahami bahwa faktor global turut memengaruhi kebijakan tersebut.
Konflik di kawasan Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz dinilai berdampak besar terhadap harga energi dunia.
Para anggota PSF berharap agar perang dapat segera berakhir, sehingga situasi perdagangan global dapat segera pulih dan stabil.
Hidayat juga menyoroti posisi pemerintah yang dinilai tidak mudah dalam menjaga keseimbangan antara subsidi energi dan kondisi fiskal negara.
"Kami juga memaklumi bahwa pemerintah Indonesia berada pada posisi sulit, mempertahankan subsidi untuk jenis premium tentunya akan terus menggerus APBN," lanjutnya.
Meski begitu, komunitas juga berharap kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi dapat dikawal dengan baik agar tidak menimbulkan distorsi di sektor energi.
"Harapan kami pemerintah bisa mengontrol dengan baik kebijakan menaikkan BBM nonsubsidi, jangan malah akan menguntungkan pihak-pihak tertentu yang berkecimpung di bidang migas dan rantai pasok migas. Pastikan meminimalisir kebocoran sehingga kebijakan menaikkan BBM nonsubsidi bisa tepat sasaran," ujarnya.
Antara Efisiensi Biaya atau Jaga Performa
Di tingkat pengguna, kenaikan harga ini memunculkan dilema tersendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/New-Pajero-Sport-IIMS-2026-OK.jpg)