Sabtu, 30 Agustus 2025

Arah dan Kebijakan PD Pasar Jaya Sebagai BUMD Dalam Perekonomian Jakarta

Dengan beroperasinya Jakgrosir maka pedagang dapat membeli menggunakan kartu pedagang sebagai alat transaksi.

Warta Kota/Alex Suban
Warga beraktivitas di Pasar Pesanggrahan, Jalan Garuda, Kecamaan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016) pagi. Pembangunan Pasar Pesanggrahan dilakukan oleh PD Pasar Jaya dengan menghabiskan dana sebesar Rp 6,8 miliar. Pasar itu memiliki luas lahan sekitar 2.360 meter persegi dengan luas bangunan 533,60 meter persegi. Jumlah tempat usaha disana sebanyak 158 yang terdiri dari 110 kios dan 48 los. (Warta Kota/Alex Suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PD Pasar Jaya sebagai BUMD milik Pemda DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat dalam pengelolaan pasar-pasarnya.

Hal ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab PD Pasar Jaya yang semakin tinggi ke depannya terutama menjaga inflasi dengan melakukan stabilisasi harga khususnya di DKI Jakarta.

Di dalam menjaga inflasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat inflasi indek harga konsumen (IHK) DKI Jakarta pada Juni 2017 sebesar 0,46 persen secara bulanan (mtm).

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,69 persen (mtm) dan inflasi DKI Jakarta pada Juni 2017 juga lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi pada periode hari raya Idul Fitri selama tiga tahun terakhir yang tercatat 0,93 persen (mtm).

Saat ini selain fokus melakukan pembenahan kios pasar dan pembinaan bagi pedagang, sejumlah program stabilisasi harga juga ikut dilakukan di antaranya ikut melaksanakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan ikut sertanya pasar dalam Festival Jakarta Great Sale (FJGS).

Untuk program pengembangan usaha lain yang sudah terlihat dengan didirikannya Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

Keberadaan Jakgrosir akan menjadi induk bagi Jakmart yang saat ini sudah beroperasi sebanyak 4 unit yaitu di Kantor Pusat Cikini, Pasar Pramuka, Pasar Rawabening dan Pasar Baru Metro Atom yang targetnya menjadi 35 unit di tahun 2017.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan Jakgrosir akan diresmikan sekitar Agustus 2017 mendatang.

Dengan beroperasinya Jakgrosir maka pedagang dapat membeli menggunakan kartu pedagang sebagai alat transaksi.

Sehingga membantu pedagang dalam mendapatkan sumber barang yang berkualitas dan murah. Secara tidak langsung hal ini diharapkan dapat menjaga stabilisasi harga di pasar.

“Jika masyarakat bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah akan membantu menstabilkan harga dan ikut menekan inflasi,” ujarnya.

Untuk melengkapi hal tersebut PD Pasar Jaya juga sudah membeli 3 unit mesin controlled atmosphere storage (CAS) yang ditempatkan di Pasar Induk Kramatjati.

Setiap mesin nantinya dapat menyimpan komoditi bawang dan cabai masing-masing unit sebesar 20 ton.

Pengembangan program PD Pasar Jaya dengan mendirikan Jakgrosir dan Jakmart adalah amanat Perda 2 dan 3 tahun 2009 tentang ikut membantu stabilisasi harga maka harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan pengalaman baik dalam teori juga dapat mengimplementasikannya di lapangan.

Karena itulah diambil kebijakan untuk merekrut secara terbuka tenaga – tenaga yang berpengalaman dalam bidang retail dengan pola perekrutan dilakukan sejumlah tes dan assessment terhadap tenaga berpengalaman tersebut oleh pihak ketiga.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan