Kementerian PUPR Janji Tuntaskan Cek Dam Kota Padang Oktober 2017
"Pengendali banjir dan sedimen (cek dam) Batang Kuranji segmen tengah telah mencapai progres 96 persen."
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam upaya mengendalikan daya rusak air, pada kurun waktu 2015-2019, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 3.000 km sarana dan prasana pengendali banjir di seluruh daerah rawan banjir di Indonesia.
Salah satunya pembangunan pengendali banjir dan sedimen (cek dam) Sungai Batang Kuranji Segmen Tengah di Kota Padang, Sumatera Barat. Pembangunan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian banjir Kota Padang akibat meluapnya Sungai Batang Kuranji yang kondisinya mengalami sedimentasi.
"Pengendali banjir dan sedimen (cek dam) Batang Kuranji segmen tengah telah mencapai progres 96 persen dengan target selesai diperkirakan pada akhir Oktober 2017," ujar Kepala BWS V Sumatera, Maryadi Utama, Minggu (3/9/2017).
Pekerjaan pembangunan pengendali banjir Sungai Batang Kuranji segmen tengah terdiri dari lima cek dam. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 238 miliar untuk konstruksi sepanjang 2,2 km dan lebar 35-75 meter.
Pembangunan cek dam Sungai Batang Kuranji segmen tengah merupakan fase pertama dari tiga fase rencana pengendali banjir Sungai Kuranji.
Fase kedua saat ini dalam tahap persiapan yakni pembangunan tujuh cek dam di hulu sungai dengan biaya sebesar Rp 246 miliar rupiah yang dilaksanakan selama 4 tahun anggaran. Fase terakhir yaitu pekerjaan segmen hilir untuk menangani banjir akibat anak-anak sungai dari Batang Kuranji yang ditargetkan selesai pada tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembangunan-pengendali-banjir-sungai-batang-kuranji_20170903_215745.jpg)