Kaleidoskop 2017

Toko-toko Ritel Berguguran Sepanjang Tahun 2017

Penutupan toko ritel di Indonesia menghiasi tahun 2017. Banyak perusahaan waralaba bahkan menutup semua tokonya di dalam negeri.

Toko-toko Ritel Berguguran Sepanjang Tahun 2017
Tribunnews.com/Daniel Ngantung
Matahari Department Store kembali meresmikan kehadiran gerai barunya, kali ini di Pasaraya Blok M, Jumat (12/6/2015) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penutupan toko ritel di Indonesia menghiasi tahun 2017. Banyak perusahaan waralaba bahkan menutup semua tokonya di dalam negeri.

Dari catatan Tribunnews.com, ritel yang tutup didominasi dari gerai baju dan sepatu.

Hal itu yang memunculkan isu penurunan daya beli masyarakat.

1. 7 Eleven
Gerai 7 Eleven (Sevel) ritel terbanyak di beberapa kota yang tutup pertama kali di 2017.
Tercatat pada tanggal 30 Juni 2017, 30 gerai Sevel tutup bersamaan akibat kerugian yang berkepanjangan.

Manajemen PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menjelaskan alasan Sevel tutup karena turunnya pembelian, sedangkan biaya operasional untuk sewa tempat terus berjalan.

Baca: Bus Akas Tabrak Mobil, Lima Penumpangnya Tewas

7 Eleven
7 Eleven (7elevenworkers.wordpress.com)

Pada kuartal I 2017 MDRN mengalami kerugian Rp 447,9 miliar.

Padahal pada periode yang sama di 2016, Sevel masih mencatat laba Rp 21,3 miliar.

2. Matahari Departmen Store
Ritel kedua yang tutup pada 2017 adalah Matahari Departmen Store (Matahari).

Ritel yang bercabang di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M harus gulung tikar pada September 2017.

Halaman
123
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved