Breaking News:

Bangun Pabrik Baru, Chandra Asri Tunjuk Toyo Engineering sebagai Kontraktor EPC

Pabrik dengan total investasi mencapai US$ 114 juta ini diharapkan mulai berproduksi secara komersil pada kuartal ketiga tahun 2020.

TRIBUN/HO
Petugas tengah melakukan pekerjaan di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) di Cilegon, Banten (28/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), melalui entitas anaknya, PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI), menunjuk Toyo Engineering Corporation dan Inti Karya Persada Tehnik, entitas anak TOYO Indonesia sebagai kontraktor teknis, pengadaan dan konstruksi (EPC) untuk pabrik metil tert-butil ether (MTBE) berkapasitas 127.000 ton/tahun dan pabrik Butene-1 berkapasitas 43.000 ton/tahun.

Menggunakan teknologi CDMtbe, hidrogenasi selektif BASF dan teknologi pemisahan butene-1 dari CB&I, pabrik-pabrik ini akan dibangun di areal kompleks petrokimia yang ada di Cilegon, Banten dan akan menjadi pabrik MTBE dan Butene-1 pertama di Indonesia.

Baca: Benarkah Warga Muslim Australia Paling Banyak Tidak Bekerja

Pabrik dengan total investasi mencapai US$ 114 juta ini diharapkan mulai berproduksi secara komersil pada kuartal ketiga tahun 2020.

Toyo akan bertanggung jawab untuk sisi teknis dan peralatan yang diimpor, sementara Inti Karya Persada akan bertanggung jawab untuk perincian teknis, peralatan lokal dan konstruksi.

Dengan kapabilitas dan pengalaman kerja yang luas di Indonesia, Chandra Asri yakin Toyo dan Inti Karya Persada dapat menyelesaikan pekerjaan EPC dengan tepat waktu "Proyek ini memungkinkan kami untuk menciptakan nilai tambah dari produk sampingan, sembari mengamankan komponen kunci bahan baku untuk pabrik polyethylene kami,” ujar Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri, Minggu (3/6).

Pabrik-pabrik baru ini akan menyerap Raffinate-1, produk sampingan dari unit Butadiene yang sudah ada, untuk dijadikan bahan baku. Lewat pembangunan pabrik baru dan penyerapan produk sampingan ini, Chandra Asri berniat mengukuhkan diri sebagai sebagai komplek petrokimia yang paling terintegrasi di Indonesia.

Produksi dari MTBE akan dijual ke market pengolahan bensin, sementara Butene-1 akan digunakan untuk kebutuhan internal di pabrik polyethylene Chandra Asri.

Sekadar catatan, CAP merupakan anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), merupakan perusahaan petrokimia Indonesia terbesar yang terintegrasi yang memproduksi olefins dan polyolefins.

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Chandra Asri tunjuk Toyo Engineering sebagai kontraktor EPC untuk pabrik baru

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved