Breaking News:

Rupiah Melemah, JK: Positifnya, Bisa Untuk Dorong Ekspor

Selasa (3/7/2018) hari ini nilai tukar rupiah berada di level 14.397 per dolar AS, atau melemah dari sebelumnya yang ada di angka 14.390 per dolar AS.

Rina Ayu/Tribunnews.com
Wapres Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai merosotnya nilai tukar rupiah tak harus dilihat dari sisi negatifnya.

Meski tak bisa dipungkiri, ujar JK, rupiah melemah mengakibatkan harga-harga barang impor naik.

Namun JK berpendapat hal itu bisa pula meningkatkan produktivitas ekspor.

"Ada juga sisi positifnya, maka kita harus menggunakan sisi positif itu diperbaiki, meningkatkan ekspor, itu hanya bisa diatasi dengan itu, tidak bisa diatasi hanya dengan minjam tapi peningkatan ekspor," kata Kalla di hotel kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).

Ia pun mencontohkan barang ekspor yang dapat meningkat produktivitasnya saat seperti ini, ia menyebut kelapa sawit, batubar, udang, kopi dan cokelat.

Baca: Analis Pasar Uang: Ada Potensi Rupiah Makin Melemah, Bisa Mendekati 14.500/USD

Baca: Analis: Harga Minyak Mentah Diprediksi Tetap Tinggi Sepanjang 2018

"Itu semua menikmati. Jadi rupiah yang melemah itu jangan liat jeleknya saja," jelasnya.

Dia menilai, pelemahan nilai tukar rupiah tidak bisa hanya diatasi dengan peningkatan suku bunga.

"Tidak bisa diatasi dengan peningkatan (suku) bunga tapi bagaimana produktivitas yang menghasilkan dolar itu diperbanyak," tutur Kalla.

Selasa (3/7/2018) siang hari ini nilai tukar rupiah berada di level 14.397 per dolar AS, atau melemah dari sebelumnya yang ada di angka 14.390 per dolar AS.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved