Sabtu, 11 April 2026

Libur Panjang Lebaran, PLN Kehilangan Pendapatan Hingga Rp 10 Triliun

Libur panjang lebaran tahun 2018 selama 14 hari ternyata berdampak buruk bagi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara

Editor: Sanusi
Apfia Tioconny Billy
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Libur panjang lebaran tahun 2018 selama 14 hari ternyata berdampak buruk bagi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Pasalnya, perusahaan berplat merah itu kehilangan potensi pendapatan (potensial lost) hingga Rp 10 Triliun.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebutkan efek tersebut karena saat libur penggunaan listrik masyarakat dan industri menurun.

"Ya, kalian gak pakai lampu. Masyarakat kan libur kemarin," kata Sofyan Basir saat ditemui di DPR, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Setiap tahunnya saat musim lebaran, PLN memang harus menanggung kehilangan potensi pendapatan, namun diakui Sofyan tahun ini nilainya yang paling besar.

"Hampir (setiap tahun) cuma kali ini agak panjang liburnya 14 hari kan, tahun lalu hanya 11 hari. Tahun ini Rp 10 triliun, tahun lalu saya lupa," ungkap Sofyan Basir.

Lebih lanjut Sofyan memastikan kerugian tersebut akan ditanggung sendiri, dan tidak akan meminta penggantian kepada pemerintah.

Namun diperkirakan pendapatan yang hilang tersebut sebesar tiga persen dari total pendapatan PLN di 2018 yang targetnya mencapai Rp 300 triliun.

"Enggaklah (minta ganti pemerintah) itu tanggung jawab kita," pungkas Sofyan.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved