Breaking News:

Laju Rupiah Didorong Sentimen Positif Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2018

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada memprediksi laju Rupiah kembali menguat pada perdagangan hari ini.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada memprediksi laju Rupiah kembali menguat pada perdagangan hari ini.

Menurut Reza, pergerakan Rupiah mampu mengalami kenaikan di tengah kekhawatiran masih adanya permintaan akan mata uang dolar AS seiring belum usainya perang tarif dagang antara AS dan Tiongkok.

“Laju Rupiah mendapat sentimen positif dari adanya rilis pertumbuhan GDP Indonesia sebesar 5,27 persen pada triwulan kedua 2018,” kata Reza.

Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan, konsumsi rumah tangga dapat tumbuh tinggi karena upaya stabilisasi harga yang dilakukan oleh pemerintah serta adanya berbagai momentum seperti Ramadan dan Lebaran.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.482 hingga Rp 14.469 per dolar AS,” kata Reza.

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin, laju Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp 14.478 per dolar AS. Depresiasi Rupiah sejak awal tahun ini tercatat sebesar 6,74 persen.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved