Sabtu, 6 Juni 2026

Gejolak Rupiah

Rupiah Melemah ke Rp 14.815 Per Dollar AS, Ini Pendapat Analis

Perang dagang yang mulai mengganggu kestabilan ekonomi global menjadi musuh utama penguatan rupiah

Tayang:
Editor: Sanusi
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

"Belum ada intervensi dan upaya tambahan dari pemerintah, ya belum bisa menaikkan minat investor balik ke aset rupiah," kata Dini.

Namun, Dini berpandangan rupiah saat ini belum underpriced. Potensi terjadinya koreksi dan penguatan rupiah masih ada secara terbatas. Jika dilihat secara teknikal rupiah bisa menguat karena saat ini sudah capai level terendahnya.

Untuk jangka pendek, Dini memproyeksikan rupiah masih akan melemah di rentang Rp 14.780 per dollar AS hingga Rp 14.825 per dollar AS.

Sementara, untuk jangka menengah hingga akhir tahun, Dini memproyeksikan pergerakan rupiah cenderung sideways karena pelaku pasar wait and see merespon kenaikan suku bunga The Fed.
Jangka menengah, Dini memproyeksikan rupiah berada direntang Rp 14.725 per dollar AS hingga Rp 14.870 per dollar AS.

Sedangkan, untuk jangka panjang Dini berharap ada tindakan priced in setelah suku bunga The Fed naik di akhir tahun, sehingga rupiah berpeluang naik. Jangka panjang, Dini proyeksikan rupiah berada direntang Rp 14.600 per dollar AS hingga Rp 14.900 per dollar AS.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Rupiah melemah ke Rp 14.815/dollar AS tertekan ketidakstabilan ekonomi global

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved