Breaking News:

Black Friday Ungkap Konsumen Mulai Ogah Belanja ke Toko

Pesta belanja liburan hari Thanksgiving dan Black Friday tahun 2018 menunjukkan peningkatan preferensi untuk pembelian secara online.

insideretail.hk
Ilustrasi betapa mudahnya berbelanja online 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Pesta belanja liburan hari Thanksgiving dan Black Friday tahun 2018 menunjukkan peningkatan preferensi untuk pembelian secara online.

Hal ini karena lebih banyak orang Amerika Serikat (AS) memilih untuk tinggal di rumah dan menggunakan smartphone mereka, sementara penjualan toko fisik menurun.

Pergeseran ke belanja online telah memaksa pengecer di seluruh negara bagian Paman Sam untuk berinvestasi dalam meningkatkan bisnis e-commerce mereka, dan juga menyoroti dampak dari promosi liburan lebih awal dan diskon sepanjang tahun pada belanja konsumen.

Akhir pekan juga mendefinisikan ulang pentingnya Black Friday. Selama beberapa tahun terakhir, Black Friday diyakini semakin memudar, tetapi sekarang berubah menjadi hari ketika pembeli tidak perlu berduyun-duyun ke toko tetapi menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja online.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (26/11/2018) Bill Park, mitra di Deloitte & Touche LP mengatakan, penjual mulai melengkapi toko mereka agar bisa diakses secara online.

Hal ini semakin banyak terjadi seperti Walmart Inc dan Amazon.com Inc menjual secara online maupun melalui toko.

Penjualan online naik lebih dari 23 persen, menembus 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 90 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS) pada Black Friday, menurut data dari Adobe Analytics yang melacak transaksi di 80 dari 100 pengecer teratas AS.

Pada hari Thanksgiving, diperkirakan penjualan tumbuh 28 persen menjadi 3,7 miliar dollar AS.

Sementara, data awal dari perusahaan analitik RetailNext menunjukkan penjualan bersih di toko-toko fisik turun 4 hingga 7 persen selama dua hari, sementara secara lalu lintas penjualan turun 5 hingga 9 persen.

Menurut RetailNext, berkaca pada 2017, penjualan di toko fisik 8,9 persen untuk akhir pekan tahun ke tahun, dan lalu lintas pembeli turun 4,4 persen. Pada 2016, penjualan toko turun 4,2 persen dan lalu lintas turun 4,4 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved