BNI Pelopori Sustainable Financing

Bank Sampah yang diundang tersebut dikelola oleh Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat yang operasionalnya

Istimewa
BNI go green 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bau menyengat, menjijikan, dan tak bernilai merupakan sifat-sifat yang kerap menempel pada objek kata “Sampah”. Namun, yang dilakukan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI setidaknya dalam dua tahun terakhir ini benar-benar membalikan kemarginalan “Sampah”.

Dalam keterangan persnya, BNI membentuk Agen46 yang khusus menerima tabungan dari nasabahnya dalam bentuk sampah, atau Bank Sampah. Budaya menabung dengan sampah ini memperkuat budaya hidup bersih dan sekaligus mempercepat literasi keuangan di kalangan masyarakat.

Peran BNI dalam memberdayakan Bank Sampah sebagai Agen46, yang merupakan kepanjangan tangan korporasi dalam memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat dibuktikan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Indonesia yang diselenggarakan di Lobi Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Pada peringatan Hari Peduli tahun 2019 ini, BNI mengajak salah satu Bank Sampah yang sudah bekerjasama sebagai Agen46 ke Kantor Pusat BNI dan memperkenalkannya kepada generasi milenial. Hadir pada acara tersebut Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah dan Putri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Fitriyanti Herlambang.

Bank Sampah yang diundang tersebut dikelola oleh Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat yang operasionalnya berada di bawah supervisi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto, dengan nama Bank Sampah Induk Satu Hati asal Jakarta Barat yang merupakan potret sukses program Keuangan Berkelanjutan.

Endang menuturkan bahwa BNI mencatat pertumbuhan jumlah rekening yang dibuka di Bank Sampah Induk Satu Hati, tonase sampah yang disetorkan, dan omzet yang signifikan. Jumlah rekening yang dibuka melalui Bank Sampah Induk Satu Hati tumbuh 626% year on year (YoY) dari 4.622 rekening pada 2017 menjadi 33.578 rekening pada tahun 2018. Tonasenya juga tumbuh dari 395 ton pada 2017 menjadi 1.457 ton pada 2018 atau meningkat 269% secara YoY.

“Pertumbuhan yang signifikan tersebut turut mendorong pertumbuhan omzet sebesar 167% secara YoY yaitu dari Rp 1,5 miliar pada 2017 menjadi Rp 4 miliar pada tahun 2018.

Angka tersebut baru berlaku untuk daerah Jakarta Barat yang telah menerapkan Bank Sampah semenjak tahun 2017.

Angka tersebut masih akan meningkat seiring dengan mulai diterapkannya program ayo menabung dengan sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk yang dikelola oleh Pemerintah Kota Administratif Kota Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada tahun 2018 lalu dan akan terus akan diperluas ke Kota Administratif Jakarta lainnya serta kota-kota di provinsi lain," ujarnya.

Pada kesempatan ini ditunjukkan pula simulasi transaksi menabung dengan sampah oleh Putri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Fitriyanti Herlambang.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved